TOPIK
Tragedi Kemanusiaan Rohingya
-
Anggota DPRA dari Fraksi PKS-Gerindra, Zaenal Abidin mengaku siap dipotong gajinya 10 persen untuk membantu muslim Rohingya.
-
Simpati ditunjukkan dengan berbagai cara termasuk salah satunya dengan menampilkan potongan video, gambar atau foto terkait tragedi tersebut.
-
Ia pun turut mendesak para anggota ASEAN juga menyerukan tentang kekerasan yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar
-
Presiden Joko Widodo akhirnya menyampaikan pernyataan resminya terkait krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar.
-
Tragedi ini tidak ada sangkut pautnya dengan masalah agama, melainkan murni konflik multidimensi.
-
Usai menyerukan aksi solidaritas kaum muslim Rohingya, massa yang menamakan diri sebagai 'Sahabat Muslim Rohingya' membubarkan diri.
-
Polwan cantik ini juga tampak fokus memperhatikan para massa aksi yang didominasi kaum ibu-ibu ini.
-
Massa yang menamakan diri Masyarakat Aceh Peduli Rohingya, melakukan aksi demonstrasi di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh.
-
Aksi massa yang didominasi oleh kaum wanita menggelar aksi di depan kedutaan besar Myanmar, Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat
-
Empat orang pria peserta aksi dukungan terhadap warga muslim di Rohingya berorasi di depan Gedung Sate, Senin (4/9/2017).
-
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama Duta Besar Indonesia untuk negara Myanmar dan para delegasi, telah tiba di Naypyitaw
-
Politikus Partai Golkar ini mengatakan, sikap tegas pemerintah Indonesia melihat kekerasan yang terjadi harus menarik Duta Besar RI di Myanmar.
-
Pemerintah perlu untuk mewacanakan bersama-sama dengan negara-negara ASEAN lainnya melakukan embargo ekonomi terhadap pemerintah Myanmar.
-
Partai NasDem mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang memerintahkan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, untuk berangkat ke Myanmar.
-
Pemerintah harus mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera melakukan sesuatu agar siklus kekerasan dan tragedi kemanusiaan di Myanmar segera berakhir.
-
Menlu Retno Marsudi bersiap melakukan beberapa pertemuan penting untuk membahas sikap Indonesia yang membantu atasi krisis kemanusiaan di Rakhine Stat
-
Krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar, betul-betul mengusik perhatian pemerintah.
-
Isu Rohingya berpotensi memecah belah bangsa karena isu kelompok mayoritas dan minoritas cukup sensitif di Indonesia.
-
"Saya kira jangan kemudian kita membawa persoalan ini menjadi sebuah sengketa di negeri kita," terangnya.
-
Warga Rohingya adalah pendatang muslim dari Bangladesh, yang sudah ratusan tahun mendiami tanah Rakhine State.
-
PBB memperkirakan bahwa 58.000 pengungsi minoritas Rohingya Burma telah berhasil menyeberangi perbatasan.
-
Selain itu, anggota polisi sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan barang bukti.
-
Jokowi mengatakan Pemerintah akan segera membangun rumah sakit di Rakhine State, yang akan dimulai pada tahun ini.
-
Presiden Joko Widodo mengungkapkan dirinya telah menugaskan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk berangkat ke Myanmar.
-
Jokowi menegaskan bahwa Pemerintah dan seluruh Rakyat Indonesia menyesalkan krisis tersebut bisa terulang kembali.
-
Bandung Lawyer Club Indonesia mengecam kekerasan terhadap Etnis Rohingya. Peristiwa ini masuk dalam pelanggaran hak asasi manusia berat.
-
Menurut Sudhamek, Myanmar tidak pantas lagi mengklaim sebagai negara Buddhis.
-
"Kalau tidak ada tindakan konkrit, duta besar di sini kita suruh pulang. ini bukan masalah agama, tapi kemanusiaan," papar Cak Imin.
-
"Kita minta PBB membuat fact finding, karena peristiwa ini sudah setahun lebih," ujar Muhaimin.
-
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menerangkan, permasalahan Rohingya merupakan permasalahan kemanusiaan.