Selasa, 14 April 2026

Wisata Aceh

Malikussaleh, Satu-satunya Raja yang Bisa Membaca Alquran di Abad ke-13

Menurut catatan Ibnu Batutah dan Marcopolo seperti yang dituturkan oleh penjaga makam, Ahmad Yus, Islam masuk pada abad ke-13 melalui Peureulak, Aceh.

Editor: Mohamad Yoenus
SERAMBI INDONESIA/ NURUL HAYATI
Makam Malikussaleh, di Kampung Beuringin, Kecamatan Samudera, Aceh Utara atau sekitar 17 kilometer sebelah timur kota Lhokseumawe, Nangroe Aceh Darussalam, Indonesia. 

Laporan Reporter Serambi Indonesia/Nurul Hayati

TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Julukan Serambi Mekkah sejak lama sudah melekat pada Aceh, provinsi paling barat Indonesia.

Salah satu alasannya karena Kerajaan Samudera Pase yang terletak di Desa Beuringen Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara merupakan Kerajaan Islam pertama di Nusantara, bahkan di Asia Tenggara.

Dari sanalah Islam masuk dan kemudian berkembang, hingga kini menjadi agama mayoritas yang dipeluk oleh penduduk Indonesia.

Menurut catatan Ibnu Batutah dan Marcopolo seperti yang dituturkan oleh penjaga makam, Ahmad Yus, Islam masuk pada abad ke-13 melalui Peureulak, Aceh Timur (dulu bernama Pantai Tua).

Saat itu Pantai Tua merupakan kerajaan Hindu sehingga rajanya tidak bisa membaca Alquran.

Sementara utusan dari Arab yang berjumlah lebih dari 300 orang dan menggunakan bahtera (kapal layar) mencari sosok yang bisa membaca Alquran guna menyebarkan agama.

Saat itu sepeninggal Nabi Muhammad Saw, di tanah Arab Islam sedang terdesak.

Maka sampailah utusan tersebut ke Pantai Samudera dan menjadi perjalanan terakhir karena di situlah satu-satunya raja yang bisa membaca Alquran.

Raja Kerajaan Samudera Pase yang mulanya bernama Meurah Silu pun akhirnya bergelar Malikkussaleh (Malik yang saleh).

“Utusan tersebut diperintahkan menuju ke negeri matahari terbit karena di situ terdapat orang yang dapat membaca Alquran. Sebelumnya mereka sudah ke Barus (sekarang Toba), Ternate, serta beberapa negara lain. Namun tak menemukan raja atau penduduk yang bisa membaca Alquran,” ujar Ahmad Yus.

makam malikussaleh
Makam Malikussaleh, di Kampung Beuringin, Kecamatan Samudera, Aceh Utara atau sekitar 17 kilometer sebelah timur kota Lhokseumawe, Nangroe Aceh Darussalam, Indonesia. (Serambi Indonesia/Nurul Hayati)

Penjaga Makam Malikussaleh yang juga asli warga setempat ini sudah melawat ke-11 negara di Asia Tenggara yang diundang terkait keberadaan Kerajaan Islam Samudera Pase.

Saat itu Kerajaan Samudera Pase merupakan salah satu dari kerajaan berpengaruh di dunia selain Kerajaan Turki Utsmani dan Kerajaan Maroko.

Kerajaan Samudera Pase sudah memakai mata uang emas berupa dinar sebagai alat tukar dan menjalin hubungan dagang yang erat dengan Cina.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved