Kamis, 14 Mei 2026

Wisata Lampung

Penangkaran Rusa Universitas Lampung, Tempat Alternatif Liburan bagi Warga Bandar Lampung

Taman Rusa ini dihuni setidaknya oleh beberapa ekor rusa tersebut dikelilingi pagar kawat besi dan terdapat danau kecil di tengahnya.

Tayang:
Tribun Lampung/Heru Prasetyo
Penangkaran Rusa di kompleks Universitas Lampung ini sudah menjadi destinasi wisata murah meriah sejak penangkaran rusa itu berdiri tahun 2004. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Heru Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Rasanya tidak sulit bagi warga Bandar Lampung untuk bermain dan berinteraksi dengan rusa.

Selain dapat mengunjungi kebun binatang Lembah Hijau, penangkaran rusa di Komplek Universitas Lampung dapat menjadi pilihan alternatif.

unila 
Kompleks Universitas Lampung.  (Tribun Lampung/Heru Prasetyo) 

Yah, tempat penangkaran Rusa di kompleks kampus Universitas Lampung Jalan Sumantri Brojonegero, Gedung Meneng, Bandar Lampung sudah menjadi destinasi wisata murah meriah sejak penangkaran rusa itu berdiri tahun 2004.

Warga sekitar Gedong Meneng, Rajabasa dan seputaran Bandar Lampung tidak sedikit yang mengunjungi lokasi ini untuk berwisata bersama keluarga.

Tempat penangkaran Rusa yang merupakan lokasi penelitian mahasiswa Jurusan Manajemen Hutan Fakultas Pertanian Unila tersebut menjadi taman wisata gratis nan sejuk di tengah kota Bandar Lampung.

Lokasi yang dikenal dengan Taman Rusa dihuni setidaknya oleh beberapa ekor rusa tersebut dikelilingi pagar kawat besi dan terdapat danau kecil di tengahnya.

Seorang penjaga dan pengurus rusa di Penangkaran Universitas Lampung Sutikno menjelaskan sudah sejak 2004 lalu dirinya diamanatkan dari rektorat Unila untuk mengasuh para rusa-rusa yang ada dipenangkaran.

Sepanjang itu pula, lokasi penangkaran menjadi lokasi wisata gratis warga sekitar yang ingin melihat atau sekedar bermain-main dengan rusa.

Saban harinya, urai Sutikno, banyak warga atau mahasiswa setempat yang berkunjung untuk memfoto rusa.

Beberapa orang lainnya bahkan nekat bermain denga nrusa dengan cara memberi mereka makan seperti dedaunan atau wortel.

"Setiap harinya pasti ada saja yang datang, dan makin ramai saat weekend tiba. Mereka biasa jadikan rusa sebagai objek foto, ada yang nekat ngasih makan juga malahan. Padahal ngasih makan rusa ini sebenernya dilarang," ungkap Sutikno yang khawatir aktifitas memberi makan secara ilegal itu dapat memperburuk kondisi kesehatan rusa.

Diceritakan Sutikno, awal mula keberadaan rusa di penangkaran Universitas Lampung hanya berjumlah tiga ekor yang didapat dari mantan rektor Unila Muhajir Utomo dari Pringsewu.

Rusa-rusa itu kemudian dirawat dengan baik untuk keperluan penelitian mahasiswa terutama jurusan kehutanan.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved