Kamis, 23 April 2026

Kuliner

Jamu Ginggang di Jogja, Racikan Rahasia Untuk Stamina Perkasa Para Bangsawan Jawa

Ini Jamu Ginggang yang tak lain racikan rahasia stamina perkasa raja-raja Jawa yang masih lestari sampai kini di Jogja.

Tribun Jogja/ Hamim Thohari
Jamu Sehat Pria komplit, salah satu racikan dari sederet jenis Jamu Ginggang di Jogja. 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Hamim Thohari

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Sudah menjadi hal biasa jika datang ke Yogyakarta menikmati hidangan gudeg, wedang ronde, ataupun ronde.

Mencoba menikmati jamu akan menjadi hal yang menarik jika sedang berwisata ke Yogyakarta.

Terlebih biasanya saat berwisata, badan akan terasa letih dan pegal-pegal.

Di Yogyakarta ada sebuah tempat penjual jamu yang melegenda dan terkenal, yakni Jamu Ginggang.

Menempati bangunan bergaya klasik di Jalan Masjid no. 32 Pakualaman, Yogyakarta, Jamu Ginggang selalu ramai didatangi pelanggannya.


Kedai Jamu Ginggang di Jogja.

Di sini anda akan menemukan puluhan jenis jamu yang biak untuk kesehatan, mulai dari kunir asam, beras kencur, galian putri, sehat pria, sawan tahun, uyub-uyub, hingga jamu untuk obat batuk.

Dikatakan Ida (46), salah seorang pengelola Jamu Ginggang, berjualan jamu adalah usaha keluarga yang diwariskan secara turun-temurun.

Saat ini yang mengelola usaha jamu adalah generasi kelima.

Diceritakannya, Jamu Ginggang telah ada sejak tahun 1925.

Adalah Bilowo, seorang abdi dalem Kadipaten Pakualaman, yang pada masa Pemerintahan KGPAA Paku Alam VII bertugas untuk membuat jamu bagi kerabat Kadipaten.

"Kemudian Mbah Bilowo tersebut diberi kesempatan oleh KGPAA Paku Alam VII untuk menjual jamu tersebut kepada masyarakat di luar lingkungan Kadipaten," cerita Ida.

Pada awalnya jamu tersebut dijual dengan cara dipikul keliling wilayah Pura Pakualaman.

Tidak lama berkeliling, Bilowo merintis sebuah warung sederhana di sekitar lingkungan Pura Pakualaman.


Jamu Sehat Pria Ginggang Jogja.

Setelah Bilowo meninggal kemudian usaha tersebut diteruskan oleh anaknya yang bernama Puspo Madyo, hingga saat ini dteruskan oleh generasi ke lima Bilowo.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved