Wisata Bali
Dodol Khas Bali, Pilih Rasa Original, Nangka, Pandan, Kacang atau Durian?
Ini dodol khas Bali. Pilih yang rasa original, nangka, durian, kacang atau pandan?
Dodol yang menggunakan daun jagung kering harus melalui tahapan yang berbeda dibanding dodol yang dikemas menggunakan kertas plastik.
Diodol daun kelapa harus dijemur panas matahari selama kurang lebih setengah hari agar lebih tahan lama.
Dodol dengan kemasan kertas plastik bertahan hingga dua pekan, sedangkan yang memakai daun bertahan hingga empat pekan, dan bisa lebih lama kalau dimasukkan ke lemari es.
Dodol di Desa Penglatan juga beraneka rasa, ada rasa injin atau sering disebut dodol original, terdapat juga rasa nangka, pandan, kacang, dan juga ada rasa durian.
Pada hari biasa, Puspita mengaku bisa menghasilkan satu kuali per orang. Satu kuali rata-rata 20 kg, dan dalam sehari bisa menghasilkan 180 kg dodol.
Produksi dodol biasanya dua kali dalam sepekan.
Namun jika mendekati hari raya seperti Galungan, Kuningan, dan hari raya lainnya, permintaan masyarakat akan dodol meningkat.
Puspita bisa sampai 14 kuali atau produksinya mencapai 280 kg.
Harga dodol di Desa Penglatan rata-rata Rp 27 ribu per kg.
Di desa ini juga melayani pemesanan dodol dalam jumlah grosir.
Sampai Keluar Bali
Dodol dari Desa Penglatan sudah menjangkau seluruh Bali.
Selain konsumen yang datang ke desa tersebut, Puspita juga mengaku memiliki outlet di Jalan Trenggana No 15, Denpasar Timur, Denpasar.
“Permintaan di seluruh Bali ini pada ambil dodol di sana biasanya,” kata seorang pengusaha dodol di Desa Penglatan, Putu Nira Puspita.
Bahkan dodol dari Desa Penglatan ini sudah sampai keluar Bali.
Bahkan, Puspita mengaku terkadang kewalahan memenuhi permintaan konsumen yang meningkat pada saat mendekati hari raya.
"Bisa selama satu pekan sebelum hari raya, kami tiap hari memproduksi dodol agar permintaan konsumen terpenuhi,” ujarnya Puspita. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/dodol-bali_20160110_134634.jpg)