Mafia Obat Incar Anak Muda, BPOM Sebut Efeknya Bisa Sampai Gangguan Jiwa
Mafia obat incar remaja karena potensi keuntungannya yang sangat menggiurkan.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior
Ringkasan Berita:
- Mafia obat incar remaja karena potensi keuntungannya yang sangat menggiurkan.
- Fenomena ini berpotensi merusak kesehatan, psikologis, hingga menghancurkan masa depan bangsa.
- Ketergantungan obat sangat membahayakan bagi kesehatan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) di kalangan remaja masih menjadi ancaman serius yang nyata.
Jika dibiarkan, fenomena ini berpotensi merusak kesehatan, psikologis, hingga menghancurkan masa depan bangsa.
Baca juga: Siasat Pengedar Obat Keras di Bekasi, Sembunyikan Tramadol dalam Dalam Bantal Saat Digerebek Polisi
Merespons ancaman tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bergerak cepat melakukan edukasi langsung ke sekolah-sekolah demi membentengi generasi muda.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan masalah ketergantungan obat merupakan isu yang sangat sensitif dan harus diperangi bersama.
Hal ini disampaikannya saat memberikan arahan di hadapan para siswa dan siswi di SMAN 70 Jakarta, Kamis (11/6/2026).
"Ketergantungan obat. Itu yang paling sensitif. Ketergantungan obat apa? Obat-obat terlarang dan obat-obat tertentu," ujar Taruna Ikrar di hadapan para siswa.
Beda Obat Terlarang dan Obat-Obat Tertentu (OOT)
Dalam pemaparannya, Taruna menjelaskan perbedaan mendasar antara obat terlarang (narkotika) dengan Obat-Obat Tertentu (OOT).
Obat terlarang seperti ganja, morfin, dan turunannya, memiliki sanksi hukum yang sangat berat karena dampak kerusakannya yang masif.
"Obat-obat terlarang itu hukumannya bisa sampai hukuman mati. Kenapa? Karena obat-obat terlarang ini bisa menyebabkan bukan hanya kematian satu-dua orang, tapi kematian suatu negara," tegasnya.
Sementara itu, OOT sebenarnya merupakan obat-obatan legal yang diperbolehkan dalam dunia medis, namun penggunaannya dibatasi hanya untuk tujuan terapi tertentu dan wajib di bawah pengawasan.
"Misalnya, Tramadol itu untuk mengobati sakit (nyeri). Triheksilfenidil itu untuk mengobati apa yang disebut kelelahan. Kemudian berbagai macam turunannya hingga terakhir yang saya sahkan yaitu Ketamin, dan dalam waktu dekat gas ketawa akan kita sahkan juga bagian dari obat-obat tertentu," jelas Kepala BPOM.
Efek 'Fly' hingga Gangguan Jiwa
Meski statusnya bukan obat terlarang, Taruna mengingatkan bahwa penyalahgunaan OOT dengan dosis berlebih memiliki efek samping yang tidak kalah mengerikan dari narkoba.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/keplaa-bpom-bicara-mafia-obat.jpg)