Breaking News:

Crowne Plaza Den Haag Manjakan Lidah Pengunjung dengan Rawon Sampai Es Cendol

Indonesian Flavours, dibuka Kamis, 16 Agustus 2018, pukul 18.00 di Crowne Plaza Den Haag - Promenade.

istinewa/kolase
Indonesian Flavor merupakan bagian dari Promenade Food Festival, yang digelar rutin tiap bulan oleh Hotel Crowne Plaza Den Haag bekerjasama dengan kedutaan-kedutaan asing di Belanda. 

TRIBUNNEWS.COM, DEN HAAG - “Part of the secret of a success in life is to eat what you like and let the food fight it out inside.” Demikian pernah diucapkan Mark Twain, penulis dan humoris Amerika, yang kondang lewat bukunya yang berjudul The Adventure of Tom Sawyer dan The Adventure of Huckleberry Finn.

Kalimat tersebut diucapkan kembali oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, pada saat membuka acara Indonesian Flavours, Kamis, 16 Agustus 2018, pukul 18.00 di Crowne Plaza Den Haag - Promenade.

Usai memberikan sambutan dan memotong pita, Duta Besar Puja mempersilakan sekitar 110 pengunjung, 50 di antaranya adalah tamu undangan, untuk memasuki ruang Brut Brasserie di hotel tersebut. “Welcome to Indonesia!” katanya.

Musik keroncong modern, yang dimainkan kelompok Kerontjong Toegoe, pun mengalun ceria, mengiringi kehadiran para tamu, yang terdiri atas kalangan diplomatik, mitra kerja Kedutaan Besar Republik Indonesia di Belanda, food bloggers, tokoh masyarakat Indonesia di Belanda, dan kalangan pers.

Sebelum duduk, para tamu dibawa berkeliling area festival untuk memperkenalkan produk yang dipromosikan dalam kegiatan tersebut, di antaranya bir bintang, ramuan jamu, dan karya pelukis mystical-figurative Indonesia, Jeihan Sukmantoro.

Ketika para tamu sudah mulai duduk, sejumlah pramusaji, yang menyelempangkan kain tradisional Batak, ulos, di pundaknya, tampak mulai menawarkan minuman dan mengedarkan makanan kecil khas Indonesia, seperti martabak, pangsit goreng, dan tempe mendoan.

“Silakan mencicipi jamunya,” kata seorang wanita berkostum kebaya modern kepada para tamu di salah satu sudut ruangan.

“Yang ini ramuan kunyit dan biji almond, dan yang itu infused herbal rose,” dia menambahkan.

“Mbok jamu” cantik itu bernama Chamelia Greeve.

Dia berasal dari Sumatera Barat dan kini bermukim di Antwerpen, Belgia.

Halaman
12
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved