Benteng Martello, Saksi Bisu Pendudukan Penjajah Belanda di Pulau Kelor

Benteng Martello juga pernah terdampak tsunami yang dipicu dahsyatnya letusan Gunung Krakatau pada 1883 silam.

Benteng Martello, Saksi Bisu Pendudukan Penjajah Belanda di Pulau Kelor
TRIBUNNEWS/FITRI WULANDARI
Sejak dibangun tahun 1850-an, Benteng Martello masih berdiri cukup kokoh di Pulau Kelor, Kepulauan Seribu, Kamis (10/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, KEPULAUAN SERIBU - Sejarah mengenai situs-situs peninggalan zaman Hindia Belanda memang selalu menarik untuk dikulik.

Para penerus bangsa Indonesia tentunya harus bisa memahami betapa pentingnya pengetahuan mengenai hal yang berkaitan dengan cagar budaya.

Untuk mendorong peningkatan literasi serta memupuk semangat dalam memaknai perjalanan sejarah bangsa Indonesia, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Pelestarian Cagar Bidaya dan Permuseuman (PCBM) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Peringatan Hari Museum Indonesia 2019.

Acara ini juga menggandeng Penerbit Balai Pustaka.

Pada puncak Peringatan Hari Museum Indonesia 2019, pemerintah fokus membidik peningkatan literasi para milenial melalui kegiatan wisata sejarah mengunjungi 3 pulau bersejarah yang berada di wilayah Kepulauan Seribu.

Baca: Kisah Pilu Akbar Alamsyah: Hilang Usai Demo di DPR, Ditemukan Sudah Kritis Lalu Meninggal

Ketiga pulau itu adalah Pulau Kelor, Pulau Cipir dan Pulau Onrust.

Bagian dalam Benteng Martello
Bagian dalam Benteng Martello yang dibangun pada 1850-an, di Pulau Kelor, Kepulauan Seribu, Kamis (10/10/2019).

Tribunnews berkesempatan mengunjungi tiga pulau yang sangat 'kental' nuansa sejarah masa lalu itu.

Melalui wisata sejarah dalam rangkaian Peringatan Hari Museum Indonesia 2019 inilah, para generasi milenial bisa mengetahui cerita menarik sebelum Indonesia mengalami kemerdekaan.

Baca: Dokter: Wiranto Kena 2 Luka Tusukan Dalam, Dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto

Kegiatan wisata sejarah menelusuri kisah yang tersembunyi dalam 3 pulau ini pun turut melibatkan puluhan siswa SMP, SMK serta mahasiswa.

Halaman
123
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved