Blog Tribunners
Komunitas Wak Labu
Wak Labu adalah komunitas yang berdiri sejak tanggal 21 Maret 2011.
TRIBUNNEWS.COM - Wak Labu adalah komunitas yang berdiri sejak tanggal 21 Maret 2011. Nama Wak Labu pada komunitas ini berasal dari bahasa Melayu yang berarti "banyak cakap". Namun makna dari "banyak cakap" disini lebih mengarah pada antusiasme dalam berdiskusi. Selain itu , kata" labu " itu sendiri menunjukkan nama jalan dari basecamp komunitas ini yaitu di jalan Labu I no.45, Medan.
Awalnya komunitas ini hanya sebagai wadah perkumpulan beberapa mahasiswa FISIP USU yang gemar berdiskusi mengenai masalah-masalah sosial. Beranjak dari kegemaran tersebut dan melihat minimnya komunitas diskusi dikalangan mahasiswa, akhirnya mereka memutuskan untuk membentuk sebuah komunitas diskusi yang bersifat terbuka untuk umum. /
Dalam perkembangannya, komunitas ini tidak hanya berdiskusi seputar masalah sosial saja tetapi juga melingkupi bidang akademik. Kegiatan komunitas Wak Labu ini tidak hanya berupa diskusi,mereka juga membedah buku dan film.Jika memungkinkan, mereka juga terkadang mengundang narasumber yang sesuai dengan topik yang mereka bahas.
Yang paling menarik dari komunitas ini ialah kegiatan yang mereka lakukan itu tidak hanya sebatas diskusi dan menganalisis masalah sosial, bedah buku maupun film. Mereka jugasering melakukan bakti sosial yang berusaha memberikan solusi atas masalah-masalah sosial yang dialami masyarakat. Dalam melakukan acara baksos, komunitas ini akan bekerjasama dengan berbagai pihak yang mau berpartisipasi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sesuai tujuan mereka yaitu ingin membangun dan memperluas jaringan yang mutualisme simbolik dengan berbagai pihak, dengan harapan kerjasama ini bisa berguna bagi masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah kerja sama dengan berbagai organisasi dalam penyelenggaraan berbagai event.
Dengan konsep seperti ini, mereka memiliki keyakinan mampu membentuk mahasiswa - aktivis yang berpikiran intelektual.Sesuai dengan Tagline nya, "Jalan lain Intelektual Organik Menuju Mercusuar Perubahan", komunitas ini mengharapkan lahirnya jiwa-jiwa pemikir yang tidak hanya bisa berbicara, namun mampu melebur dengan masyarakat dan menjadi patron menuju perubahan.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.