Breaking News:

Tribunners / Citizen Journalism

Jebakan Untuk Petani Kelapa Sawit

Koordinator Nasional Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Mansuetus Darto menyerukan kepada pelaku Industri pertanian khususnya

zoom-inlihat foto Jebakan Untuk Petani Kelapa Sawit
Tribun Medan/DEDY SINUHAJI
Pekerja mengangkut biji tandan buah segar (TBS) kelapa sawit keatas mobil truk usai melakukan panen di Desa Talun Kenas, Deliserdang, Sumut, Kamis (14/6/2012). Harga jual ke gudang kelapa sawit (agen) mengalami penurunan harga. Harga jual awal bulan Mei Rp.1.370/kg, turun menjadi Rp.1.170/kg. Pihak kebun mempredikisi harga jual kelapa sawit masih akan mengalami penurunan hingga bulan Ramadhan. Tribun Medan/Dedy Sinuhaji
TRIBUNNEWS.COM - Koordinator Nasional Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Mansuetus Darto menyerukan kepada pelaku Industri pertanian khususnya komoditi kelapa sawit di dalam inisiatif PISAgro (Partnership for Indonesia's Sustainable Agriculture) untuk meninjau kembali dan merevisi tujuan dan target kerja PISAgro melalui “Innovative Financing” yang telah dicanangkan sejak pertemuan pertama bulan November 2011 di Hotel Mandarin Oriental Jakarta.
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kelapa Sawit yang diketuai oleh Franky O. Widjaja dari Sinarmas Group menyampaikan bahwa tujuan jangka panjang Pokja yang dipimpinnya adalah: Peningkatan produksi dan kualitas minyak sawit serta tetap memberi manfaat kepada lingkungan; dan Target untuk meningkatkan produksi dari dua (2) ton/ha menjadi lima (5) ton/ha pada lahan sebesar 2 juta hektar milik petani kecil, mengurangi emisi gas sebesar 20%, serta menciptakan peningkatan laba sebesar ASD 5 miliar.
Apa yang di inisiasi oleh PISAgro tidak berbeda apa yang diinisiasi oleh Bank Dunia pada tahun 1980-an dengan munculnya kemitraan inti-plasma. Menurut kami, inisiatif tersebut menjebak petani kelapa sawit dalam kehancuran dan sebaliknya menguntungkan industri. Industri akan memonopoli seluruh usaha perkebunan rakyat dan seharusnya hal ini harus ditiadakan. 
SPKS menilai bahwa :
1.    Definisi peningkatan produksi dan laba tidak melalui diskusi dan/atau konsultasi dengan petani kecil (independent smallholders) kelapa sawit sehigga ukuran peningkatan produksi dan laba dimaksud patut dipertanyakan.
Ini terbukti dengan pernyataan dalam bagian “kesimpulan” dalam presentasi tanggal 27 Juli 2012 lalu di Jakarta, yaitu Working Group will identify an Independent smallholder farmer who would need assistance and receive Innovative Financing package”.
SPKS Menegaskan bahwa rendahnya produktifitas perkebunan rakyat selama ini antara lain dipengaruhi oleh;
·         Kelangkaan Pupuk dan manajemen distribusi pupuk yang panjang.
·         Perusahaan besar yang membangun kebun plasma tidak sesuai dengan standar kebun yang layak.
·         Pemerintah tidak memfasilitasi proses pendanaan melalui Bank agar dapat di akses langsung melalui kelembagaan petani.
·         Tidak tersedianya waralaba pembibitan di daerah sehingga petani menggunakan bibit yang tidak bersertifikat.
·         Lemahnya Inisiatif industri dan pemerintah untuk peningkapan kapasitas budidaya kebun petani. 
2.    Pola kerja sama yang ditawarkan yaitu Innovative Financing PISAgro adalah implementasi dari Revitalisasi Perkebunan (Permentan No 33 tahun 2007) dengan konsep manajemen SATU ATAP adalah pola yang terburuk sepanjang sejarah pengelolaan kerja sama pertanian antara industri – pemerintah/bank – petani kecil. Pola ini menjerat petani kecil dengan skema kemitraan yang tidak berkeadilan, akuntabilitas dan transparansi yang lemas hingga akses dan partisipasi petani yang di batasi. Pola Satu Atap makin mengerdilkan petani kecil. Sayangnya, justru Industri besar seperti PIS AGRO mempelopori situasi ini.
3.    Pola Innovative Financing atau Revitalisasi Perkebunan dengan konsep manajemen SATU ATAP akan memicu konflik sosial yang lebih besar karena tidak memberi ruang bagi petani kecil untuk menjadi pelaku pertanian yang sesungguhnya, kecuali sebagai buruh tani pada lahan-lahan yang dimanfaatkan untuk kepentingan industri dalam waktu yang panjang.
 
Konflik sosial di perkebunan kelapa sawit harus di jadikan acuan bagi kerja-kerja Industri Perkebunan besar. Lihat contoh beberapa perkebunan besar yang menerapkan pola satu manajemen seperti misalnya PT. Riau AgrotamaPlantation di Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat yang sedang berkonflik dengan Masyarakat di kecamatan silat Hilir, PT. Tribakti Sari Mas di Kabupaten Kuantan Singingi Riau yang sedang berkonflik dengan masyarakat di kecamatan Kuantan Mudik, PT. Kebun Ganda Prima dan PT. Borneo Ketapang Permai di kabupaten Sanggau yang sedang berkonflik dengan masyarakat di Kecamatan Kembayan dan PT. Sumber Wangi Alam di Mesudji Sumatra Selatan.
 
SPKS meminta Pemerintah Indonesia terkait terutama dari Kementerian Pertanian yang duduk di dalam PISAgro untuk mendiskusikan kembali dan/atau membatalkan konsep “Innovative Financing” jika tidak mau berpihak kepada petani kecil yang menjadi mitra kerja dalam inisiatif PISAgro. SPKS juga meminta kepada pemerintah untuk mengawasi pelaksanaan revitalisasi perkebunan yang jauh dari transparansi dan akuntabilitas serta partipasi petani sawit sebagai mitra.
SPKS mendesak lembaga KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk memantau pelaksanaan revitalisasi perkebunan karena terdapat subsidi bunga dari pemerintah untuk proyek revitalisasi tersebut karena cendrung terjadinya manipulasi dan korupsi dana kredit pembangunan kebun plasma.
SPKS meminta seluruh petani kecil untuk menggunakan hak-haknya sebagai calon mitra kerja dan menyerukan untuk memboikot inisiatif industri dan pemerintah yang merugikan petani melalui penghentian suplay Tandan Buah Segar Kelapa Sawit bagi mitra kerja yang menerapkan pola Satu Manajemen.
SPKS mendesak  Industri PISAgro untuk menghormati hak-hak politik ekonomi petani kelapa sawit yang berinisiatif untuk mandiri dan tidak menjebak petani dalam skema yang tidak berkeadilan.

Editor: Widiyabuana Slay
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved