Senin, 1 Juni 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Menakar Urgensi Kunjungan Prabowo ke Prancis: Tiga Kali Lawatan dalam Lima Bulan Terakhir

Prabowo pulang dari Prancis, bawa kesepakatan Rp62 triliun di energi, perdagangan, dan pertahanan, kunjungan ketiga dalam 5 bulan.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi

profile tribunners
PROFIL PENULIS
Subhan Yusuf
Pengamat Hubungan Internasional; Master of Arts International Relations di Collegium Civitas

PRESIDEN Prabowo Subianto baru saja pulang ke tanah air setelah melakukan kunjungan kenegaraan ke Prancis

Prabowo bertemu dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Kepresidenan Prancis, Istana Élysée.

Dilihat di siaran langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (30/5/2026), pesawat Garuda Indonesia GA-1 yang ditumpangi Prabowo mendarat di Base Ops Halim Perdanakusuma, Jakarta. Prabowo turun dari pesawat sekitar pukul 10.19 WIB.

Prabowo disambut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hingga Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita. Prabowo sempat berbincang-bincang.

Kunjungan kenegaraan langsung membuahkan hasil konkret berupa kesepakatan bisnis miliaran dolar AS.

Empat kesepakatan komersial baru Indonesia-Prancis senilai 3,5 miliar dolar AS atau Rp62 triliun yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.

Bagi Prabowo ini bukan kunjungan kenegaraan yang pertama. 

Berdasarkan catatan, Prabowo sudah tiga kali mengunjungi Prancis dalam kurun maktu kurang dari lima bulan terakhir.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis memiliki nilai urgensi tersendiri. 

Di antaranya. Presiden sedang memaksimalkan semua opsi melindungi kepentingan nasional dan mempererat kerja sama di berbagai dimensi. 

Misalnya, terkait IEU CEPA dan (kerja sama) dewan ekonomi antara KADIN dan kamar dagang Prancis

IEU-CEPA (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement) adalah perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa. Kesepakatan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai perdagangan dan investasi melalui penghapusan atau penurunan tarif bea masuk hingga 0 persen untuk sebagian besar komoditas

Hal ini berarti Indonesia secara resmi mengingingkan Prancis melakukan investasi di berbagai bidang di Indonesia.

Terkait penguatan kerja sama itu, sangat strategis bagi Indonesia. 

Terlebih Indonesia menjadi salah satu pengguna produk pertahanan Prancis, misalnya pesawat Rafale, kapal selam Scorpene, dan teknologi persenjataan lainnya. 

Sesuai Minatmu

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved