Kamis, 23 April 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Mari Berdoa dan Bergerak untuk Sepakbola Indonesia!

Sudah cukup lama saya ingin menuliskan ini alhamdulillah tersampaikan sekarang

Editor: Toni Bramantoro
lanyallamm.com
Imam Nahrawi dan La Nyalla Mattalitti 

Antaranya, melakukan dialog dengan utusan FIFA/AFC yang akan datang ke Indonesia atas permintaan PSSI. Menpora tampaknya bermaksud menjelaskan kepada mereka bahwa langkah mereka dengan 'mengubur' kepengurusan PSSI 2015-2019 adalah memang keinginan pemerintah.

Menpora tentunya berharap bahwa tindakan mereka melakukan 'KLB' --versi pemerintah-- akan direspon baik atau disetujui oleh utusan FIFA/AFC tersebut.    

Sehubungan dengan tekad Menpora tersebut, saya sangat meragukan jika FIFA, secara institusi, akan mengapresiasi sikap represif pemerintah yang dengan kata lain menjadi pengabaian dari misi mereka menumbuhkan kemerdekaan sepakbola dari intervensi atau campur tangan pemerintah atau negara.                                               

Utusan FIFA/AFC tentunya juga tidak bodoh untuk tidak memahami bahwa langkah Kantor Menpora, atau pun Tim Transisi, adalah inkonstitusionil dari aturan atau tata-kelola sepakbola yang sebenarnya, yakni yang merujuk pada Statuta FIFA.

Dasar dari Statuta FIFA juga jelas-jelas menunjukkan bahwa sepakbola bersifat mandiri, independen, tidak bergantung pada keuangan negara.            

Karenanya pula saya memahami kekesalan, kemarahan sekaligus kegeraman seorang Agum Gumelar menyikapi sikap represif Tim Transisi mau pun Menpora Imam Nahrawi saat ini.

Stakehoders sepakbola sudah waktunya bersatu, menunjukkan perlawanan.

Upaya 'devide et impera' dari Tim Transisi dengan dukungan penuh pemerintah/negara sudah sangat menciderai semangat demokrasi dam pro rakyat yang ironisnya justru terus diagung-agungkan oleh Presiden Joko Eidodo sendiri.                   

KEKUATAN DOA & GERAKAN MASSA.                                      

Kembali ke subtansi paparan ini yang juga menjadi judul tulisa di atas: ya, marilah kita sama-sama berdoa untuk sepakbola Indonesia.                                   

Agar sepakbola Indonesia terhindar dari kehancuran yang lebih parah. Agar sepakbola Indonesia selamat dari kezholiman atas indikasi atau potensi ketidaksukaan, kebencian, atau dendam pada orang per orang.                                      

Bersama-sama kita senandungkan  dan sinergikan doa agar kedepannya sepakbola Indonesia menjadi lebih baik dan bermartabat, dengan adanya penyamaan dan kesesuaian visi dan misi dari kesemua pihak.    

Jika selama ini La Nyalla Mattalitti sebagai Presiden PSSI sudah sangat legowo untuk terus berininsiatif melakukan pendekatan kepada pemerintah, khususnya kantor Menpora, mungkin sudah waktunya sekarang pemerintah atau negara menunjukkan kebijaksanaannya untuk bersikap welas-asih, sebagaimana orangtua kepada anaknya.        

Saya tetap percaya bahwa pada dasarnya tak ada orangtua yang memakan atau menelan anaknya sendiri, kendati beberapa kenyataan duniawi menunjukkan sebaliknya.                                          

Saya juga percaya pada kekuatan doa, karena doa merupakan salah satu ikhtiar kita untuk adanya perbaikan atau perubahan-perubahan kearah yang lebih baik. Saya percaya, bahwa kekuatan doa akan menjadi awal dari sebuah gerakan nyata yang kekuatannya tentu akan jauh lebih dashyat.                       

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved