Minggu, 25 Januari 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Program Rumah Murah di Beberapa Negara Dunia

Banyak negara di dunia yang menggelontorkan program murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Kompas.com

Oleh : Dyaharini hapsari

TRIBUNNERS - Skema perumahan sosial seringkali dianggap negatif. Namun, sudut pandang ini sebagian besar mengabaikan manfaat yang signifikan ketika sebuah negara menggalakkan proyek rumah yang terjangkau.

Portal properti global Lamudi mengamati lima skema perumahan sosial yang saat ini sedang berlangsung di pasar negara berkembang. Setiap proyek memberikan dorongan yang cukup besar pada ekonomi dan sosial di negara masing-masing.

Negara: Indonesia

Proyek: Jumlah perumahan yang masih dibutuhkan di Indonesia diperkirakan sebanyak 15 juta pada tahun 2014, dua kali lipat lebih banyak dibanding tahun 2009.

Ini merupakan tanda bahwa negara yang dinyatakan sedang berkembang secara ekonomi ini harus mulai memenuhi target tersebut. Pemerintah sangat menyadari kebutuhan untuk mengatasi kekurangan perumahan.

Proyek perumahan Griya Paniki Indah di Mapanget, sebuah kota di Manado – Ibukota Sulawesi Utara; mengkombinasikan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah. Tipe rumah yang dibangun seluas 36 meter persegi dengan luas tanah 105 – 120 meter persegi. Pemerintah perlu terus memberikan izin serta insentif pajak bagi para pengembang swasta untuk menghasilkan lebih banyak rumah murah.

Negara: Kenya
Proyek: Skema Perumahan Sewa dan Beli

Perusahaan perumahan nasional Kenya menawarkan rumah dijual di Wananchi, dengan cara penyewa membayar deposit sebesar 10%. Sisa harga rumah kemudian diangsur per bulan dalam jangka waktu 20 tahun.

Proyek ini terdiri dari dua bagian: unit starter dan unit bertingkat. Unit starter diperuntukkan bagi keluarga yang berpenghasilan rendah, dan dilengkapi dengan 1 atau 2 kamar tidur. Sedangkan unit bertingkat mengambil lahan kosong lebih banyak namun dapat menampung lebih banyak orang per hektar.

Di proyek unit bertingkat terdapat 2 – 3 kamar tidur. Di masa depan, penyewa akan diperbolehkan untuk memiliki unit apartemen dengan Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun.

Negara: Sri Lanka
Proyek: House for Life

Dengan hampir 23 persen penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan, Sri Lanka berusaha menawarkan rumah yang terjangkau namun berkualitas baik untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Holciam Lanka, sebuah pabrik semen, membahas masalah ini pada tahun 2005 dan kemudian meluncurkan proyek House for Life.

Dalam kerjasamanya dengan penyedia keuangan mikro Ceylinco Gramen, proyek ini memungkinkan pengusaha mikro untuk meminjam uang agar bisa membangun rumah.

Rumah ini dibangun dengan cara yang unik dan dirancang sebagai ruko yang berkualitas dengan biaya hemat, memberikan ruang untuk sebuah keluarga menjalankan bisnis kecilnya. Dengan memperhatikan faktor lingkungan, rumah-rumah yang dibangun menggunakan semen produksi lokal, bersama dengan bahan bangunan lokal lainnya misalnya ubin, batu bata dan baja.

Negara: Uni Emirat Arab (UEA)

Proyek: Skema Tabungan Rumah

Akhir Juli merupakan waktu yang spesial, karena itu merupakan penyempurnaan dari proyek Skema Tabungan Rumah di Seychelles Costing Dh 33 juta oleh Abu Dhabi Fund for Development (ADFD).

Seychelles menjadi salah satu daerah pertama yang menerima bantuan keuangan, proyek ini terdiri dari pembangunan 106 properti residensial bersama dengan infrastruktur seperti saluran air, jalan dan taman. ADFD mengelola pembangunan proyek atas nama pemerintah untuk meningkatkan standar hidup masyarakat berpenghasilan rendah di UEA.

Negara: Pakistan
Proyek: Proyek perumahan murah berskala besar

Selama konferensi dua hari yang dilakukan di bulan Mei tahun ini dan dihadiri oleh para ahli dari Kanada, Perancis dan Malaysia, pemerintah Pakistan mengajukan peluncuran skema untuk menyediakan perumahan yang terjangkau untuk 40 juta keluarga.

Dengan kerjasama bersama sektor swasta, proyek yang unik ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pasar real estate dan perekonomian negara. Pakistan saat ini sedang mengalami defisit perumahan sebanyak 9 juta unit. Dengan bantuan dari Skema Kredit Pembiayaan Rumah Berjaminan, proyek ini bertujuan untuk memberikan pinjaman individu. Perusahaan Housing Building Finance juga siap membantu para pembeli rumah.

Negara: Myanmar
Proyek: Skema Keuangan Pembelian Rumah Kredit Berjaminan

Pejabat dari Yangon City Development Committee (YCDC) rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah seharga K10 juta yang dibangun di pinggiran Yangon, Dagon Myothit dan Shwepyithar.

Tujuan dari proyek ini adalah membantu penduduk setempat untuk menjadi pemilik rumah dengan membantu dalam proses pembelian.

Proyek ini terutama ditujukan bagi mereka yang berencana tinggal di properti residensial dan akan terus dipantau untuk memastikan proyek tidak dikenakan penipuan.

Rumah tersedia melalui undian, dan akan dipilih satu aplikasi dalam satu waktu. Proyek perumahan ini akan membangun 1.168 unit rumah di Dagon Myothit Timur, 2.976 unit di Dagon Myothit Selatan, 1.909 Dagon Seikkan dan 1.200 di Shwepyitha. 

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved