Minggu, 31 Agustus 2025

Tribunners / Citizen Journalism

Pantai Ngobaran Saksi Kisah Getir Prabu Brawijaya V

keindahan paronama Gunungkidul tak hanya kedua pantai tersebut. Adapula Pantai Pantai Ngobaran yang tak kalah cantik.

Tribun Jogja/Devi Ariyani
Satu sudut di Pantai Ngobaran Gunung Kidul yang bernuansa Bali. 

Ditulis oleh : Shendy Amalia

TRIBUNNERS - Buat kamu yang memiliki hobi jalan-jalan, harus mengunjungi Gunung Kidul, karena salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta ini memiliki sejuta keindahan alam. 

Sejumlah destinasi pariwisata di Gunungkidul saat ini sudah mulai populer di telinga masyarakat Indonesia. Sebut saja Pantai Sundak dan Pantai Indrayanti.

Namun keindahan paronama Gunungkidul tak hanya kedua pantai tersebut. Adapula Pantai Pantai Ngobaran yang tak kalah cantik.

Pantai itu terletak di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kata ngobaran sendiri berasal dari kata kobong atau kobaran yang artinya kebakaran atau terbakar.

Konon dahulukala Prabu Brawijaya V membakar dirinya dipantai ini.

Menurut cerita masyarakat setempat, Prabu Brawijaya V merupakan keturunan terakhir kerajaan Majapahit. Prabu Brawijaya V melarikan diri dari istana bersama 2 orang istrinya yaitu Bondang Surati (istri pertama) dan Dewi Lowati (istri kedua) karena enggan di-Islamkan oleh puteranya Raden Fatah, raja Demak I.

Pelarian tersebut berakhir di pantai Ngobaran Gunung Kidul dan menemui jalan buntu.

Akhirnya raja tersebut memutuskan untuk membakar diri dan sebelumnya bertanya kepada kedua istrinya, siapa yang lebih mencintainya.

Istrinya yang kedua Dewi Lowati menjawab, "cinta saya kepada tuan sebesar gunung.”

Sementara istrinya yang pertama, Bondan Surati menjawab, “cinta saya kepada tuan sama seperti kuku ireng, bila setiap di potong pasti akan tumbuh kembali, jika cinta itu hilang maka cinta itu akan tembuh kembali."

Mendengar jawaban kedua istrinya tersebut, sang Prabu langsung menarik tangan Dewi Lowati lalu mencebut ke dalam api yang membara.

Hingga akhirnya keduanya tewas terbakar.

Sang Prabu memilih Dewi Lowati untuk mencebur kedalam api karena rasa cinta istrinya yang kedua ini lebih kecil dibandingkan dengan istrinya yang kedua. Dari peristiwa tersebut tempat ini dinamakan ngobaran yang berasal dari kata kobong atau kobaran yang artinya terbakar atau membakar diri.

Halaman
12

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan