Minggu, 31 Mei 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Kabut Asap

Kalteng Butuh Enam Heli Water Bombing

Pemadaman kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di Provinsi Kalimantan Tengah terus dilakukan dalam beberapa pekan terakhir.

Tayang:
Istimewa
Pemadaman kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di Provinsi Kalimantan Tengah terus dilakukan dalam beberapa pekan terakhir. Upaya ini menyusul munculnya sejumlah titik api di sejumlah kabupaten yang dikhawatirkan dapat memicu bencana kabut asap. 

Upaya antisipatif terhadap bencana kabut asap dengan mengendalikan karlahut harus disertai dengan langkah konkret, yakni penyediaan sarana dan prasarana yang memadai bagi seluruh personel satgas dan tim terpadu.

"Seperti posko logistik, ini penting. Sebab, kalau personel harus terus bolak-balik dari titik kebakaran ke posko, kerja mereka tidak akan efektif. Sebab, kebakaran lahan kan tidak mesti pada jam kerja mereka. Bisa saja terjadi tengah malam. Di situlah pentingnya ada posko logistik," beber Hamdhani.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya telah menetapkan Provinsi Kalimantan Tengah bersama dengan lima daerah lain berstatus siaga darurat karlahut.

Berdasarkan pantauan satelit NOAA, memasuki pekan ketiga Agustus ini, 23 titik api di Kalteng terpantau.

Angka itu meningkat ketimbang pekan sebelumnya yang hanya 8 titik. Sedangkan frekuensi hujan yang diharapkan mampu memadamkan api kebakaran lahan dan hutan masih terbilang rendah.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved