Rabu, 29 April 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Gitar Batik Indonesia Perkaya Koleksi Museum Oriental di Rusia

Sebuah gitar elektrik bermotif batik Katedral St Basil dari GnB Guitars dan sebuah gitar akustik kecil (guitalele) batik dari Batiksoul Guitars resmi

Tayang:
ISTIMEWA

Dikirimkan oleh KBRI Moscow

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebuah gitar elektrik bermotif batik Katedral St Basil dari GnB Guitars dan sebuah gitar akustik kecil (guitalele) batik dari Batiksoul Guitars resmi disumbangkan kepada State Museum of Oriental Art di Moskow, Rusia.

Kedua alat musik ini akan melengkapi koleksi benda-benda seni dari Indonesia yang telah dimiliki museum tersebut, seperti wayang kulit, keris, ukiran, patung dan beberapa kain batik.

Baca: Jokowi-Maruf atau Prabowo-Sandiaga? Ini Hasil Voting Sementara di Akun Indonesia Lawyers Club

Gitar dan guitalele batik diserahkan langsung oleh pendiri GnB Guitars Haryo Kongko Sasongko dan pendiri Batiksoul Guitars Indonesia Guruh Sabdo Nugroho kepada Direktur Jenderal Museum AV Sedov.

Penyerahan disaksikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M. Wahid Supriyadi di State Museum of Oriental Art pada 7 Agustus lalu.

Baca: Pascadeklarasi, Mahfud MD Sebut Keputusan Jokowi Tepat dan Minta Semua Menghargai

Kongko menceritakan bahwa gitar batik dengan desain berbeda juga telah mengisi Museum White House dan diterima langsung oleh Presiden Obama tahun 2014.

Khusus inspirasi batik bermotif Katedral St. Basil diperoleh pria asal Yogyakarta ini pada Januari 2016 ketika berkunjung ke Museum Beatles Story di Liverpool dan melihat salah satu merchandise lagu “Back to the USSR”.

Sejak proses batik motif St. Basil pada gitar selesai, ia telah berangan-angan untuk menyerahkan gitar tersebut ke Rusia.

Sementara Guruh yang setidaknya sudah dua kali berkunjung ke Rusia dan belum menemukan instrument guitalele di negara itu tergelitik untuk menyumbangkan guitalele karya desainnya ke museum di Rusia. Guitalele yang diserahkan juga bukanlah guitalele biasa, namun yang pertama kali dibuat menggunakan kayu mahogany dan batik pewarna alam asli Indonesia.

Kongko dan Guruh mengapresiasi bantuan KBRI Moskow yang telah menjembatani perjalanan kedua gitar sampai ke Museum Oriental di Rusia. 

Pihak Museum menyampaikan bahwa selama ini pihaknya telah menjalin kerja sama yang baik dengan KBRI Moskow. Beberapa hari sebelumnya, Museum yang mengoleksi benda-benda seni dari Asia, termasuk Indonesia ini juga telah menerima sumbangan Batik Tulis motif Sekar Ukel dari Bupati Pekalongan.

Selian penyerahan gitar, pengusaha Yuam Roasted Coffee asal Kebumen Yuri Dulloh turut memperkenalkan kopi pesisir yang dirintisnya.

Calon penerima Kalpataru tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan diundang ke Istana Presiden RI ini juga menyertakan gelas khusus dari bambu yang dapat menambah cita rasa unik kopi. Gelas tersebut juga dapat menjadi koleksi Museum Seni Oriental dan berharap masyarakat Rusia dapat mengetahui kopi Indonesia, seperti kopi Kebumen.

Dubes Wahid menyambut baik kehadiran kedua instrumen musik yang akan memperkaya koleksi asal Indonesia di museum ini.

Bertambahnya benda seni asal Indonesia diharapkan mampu merepresentasikan keragaman karya seni nusantara, tidak hanya berupa benda seni klasik namun juga modern yang tetap menjunjung nilai-nilai tradisional Indonesia. Dubes Wahid juga menyampaikan kesiapan KBRI Moskow untuk mendukung apabila pihak museum akan menyelenggarakan pameran khusus benda-benda seni Indonesia.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved