Tribunners / Citizen Journalism

Gitar Batik Indonesia Perkaya Koleksi Museum Oriental di Rusia

Sebuah gitar elektrik bermotif batik Katedral St Basil dari GnB Guitars dan sebuah gitar akustik kecil (guitalele) batik dari Batiksoul Guitars resmi

Gitar Batik Indonesia Perkaya Koleksi Museum Oriental di Rusia
ISTIMEWA

Dikirimkan oleh KBRI Moscow

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebuah gitar elektrik bermotif batik Katedral St Basil dari GnB Guitars dan sebuah gitar akustik kecil (guitalele) batik dari Batiksoul Guitars resmi disumbangkan kepada State Museum of Oriental Art di Moskow, Rusia.

Kedua alat musik ini akan melengkapi koleksi benda-benda seni dari Indonesia yang telah dimiliki museum tersebut, seperti wayang kulit, keris, ukiran, patung dan beberapa kain batik.

Baca: Jokowi-Maruf atau Prabowo-Sandiaga? Ini Hasil Voting Sementara di Akun Indonesia Lawyers Club

Gitar dan guitalele batik diserahkan langsung oleh pendiri GnB Guitars Haryo Kongko Sasongko dan pendiri Batiksoul Guitars Indonesia Guruh Sabdo Nugroho kepada Direktur Jenderal Museum AV Sedov.

Penyerahan disaksikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M. Wahid Supriyadi di State Museum of Oriental Art pada 7 Agustus lalu.

Baca: Pascadeklarasi, Mahfud MD Sebut Keputusan Jokowi Tepat dan Minta Semua Menghargai

Kongko menceritakan bahwa gitar batik dengan desain berbeda juga telah mengisi Museum White House dan diterima langsung oleh Presiden Obama tahun 2014.

Khusus inspirasi batik bermotif Katedral St. Basil diperoleh pria asal Yogyakarta ini pada Januari 2016 ketika berkunjung ke Museum Beatles Story di Liverpool dan melihat salah satu merchandise lagu “Back to the USSR”.

Sejak proses batik motif St. Basil pada gitar selesai, ia telah berangan-angan untuk menyerahkan gitar tersebut ke Rusia.

Sementara Guruh yang setidaknya sudah dua kali berkunjung ke Rusia dan belum menemukan instrument guitalele di negara itu tergelitik untuk menyumbangkan guitalele karya desainnya ke museum di Rusia. Guitalele yang diserahkan juga bukanlah guitalele biasa, namun yang pertama kali dibuat menggunakan kayu mahogany dan batik pewarna alam asli Indonesia.

Kongko dan Guruh mengapresiasi bantuan KBRI Moskow yang telah menjembatani perjalanan kedua gitar sampai ke Museum Oriental di Rusia. 

Halaman
12
Editor: Samuel Febrianto
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved