Tribunners / Citizen Journalism

Permintaan Maaf Boeing dan Tangisan Ibu Pertiwi

Semakin mendekati hari pencoblosan Pilpres, potensi jotosan makin membesar. Jangan biarkan Ibu Pertiwi menangis sedih.

Permintaan Maaf Boeing dan Tangisan Ibu Pertiwi
net
Peta Indonesia 

Seperti perusahaan raksasa zaman now, tidak semua komponen pesawat Boeing dibuat oleh negeri adi kuasa ini sendiri.

Banyak negara lain ikut menyumbang seperti China dan Korea yang sekarang sedang ketat bersaing dengan Amerika di bidang teknologi komunikasi. Iseng-iseng saya mencoba mencari bendera Indonesia.

Ternyata tidak ada.

Pertarungan antara Prestasi dan Prestise

Keputusan Trump sebelumnya yang ngotot mengizinkan Boeing 737 Max 8 tetap terbang di udara Amerika sangat masuk akal. Di pasar dunia Boeing bersaing ketat dengan Airbus buatan Perancis. Saat Boeing 787 Max 8 di-grounded, ada 6000 pesawat yang masih indent, terpaksa ditunda dulu sampai penelitian terhadap jatuhnya Lion Air dulu dan Ehtiopian Air belum lama ini tuntas.

Berapa banyak kerugian yang dialami Boeing jika semua negara memboikot produknya.

Namun, demi keselamatan, seberapa sih kata ‘mahal’ itu? "Karena sangat berhati-hati dan untuk meyakinkan publik keselamatan penerbangan, kami mendukung langkah proaktif ini. Kami melakukan segala yang kami bisa untuk memahami penyebab kecelakaan dengan para penyelidik, menyebarkan peningkatan keselamatan dan membantu memastikan ini tidak terjadi lagi," kata CEO Boeing Dennis Muilenburg dalam pernyataannya.

Prestasi Boeing jelas tercoreng dengan jatuhnya pesawat gres kinyis-kinyis ini di dua negara yang berbeda dengan pilot senior. Kedua pilot itu sama-sama mengalami kesulitan dalam mengendalikan pesawat ini saat fitur otomatis terganggu.

Pilot Lion diketahui berjuang keras untuk mengendalikan moncong pesawat setelah ‘dipaksa’ turun oleh komputer, sedangkan pilot Ethopian Airlines mengatakan kesulitan mengendalikan pesawat sehingga meminta izin untuk balik kandang.

Malangnya, sebelum keinginan tercapai, pada menit keenam, pesawat mengalami kecelakaan. Kini keluarga pilot dan keluarga besar maskapai Lion dan Ethiopian Airlines lega karena pihak Boeing sudah mengakui kesalahannya. "Jelas terlihat bahwa dalam kedua penerbangan (Ethiopian Airlines dan Lion Air), Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver, yang dikenal sebagai MCAS, diaktifkan sebagai respons atas informasi angle-of-attack yang keliru," ujar Muilenburg dalam pernyataan pada Kamis (4/4/2019) waktu setempat.

Halaman
1234
Editor: Yudie Thirzano
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved