Tribunners / Citizen Journalism

Sayonara "Kastanisasi" Pendidikan

Dengan kata lain, pada dasarnya seluruh warga negara Indonesia berhak dan wajib menerima akses pendidikan yang setara.

Sayonara
Ist/Tribunnews.com
Endah Suciati. S.Pd., M.Pd. 

Oleh: Endah Suciati

TRIBUNNEWS.COM - Gayung bersambut. Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang membidangi masalah pendidikan menyetujui kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy yang akan menghilangkan label “sekolah favorit” melalui pelaksanaan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Persetujuan atas sistem zonasi PPDB itu mengemuka dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Mendikbud Muhadjir Effendy di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (23/6/2019).

Bila legislatif selaku mitra eksekutif dalam pengawasan, pembuatan undang-undang dan penyusunan anggaran sudah setuju terhadap kebijakan pemerintah, siapa yang bisa menolak? Sayonara (selamat tinggal) sekolah favorit dan "kastanisasi" pendidikan.

Kebijakan sistem zonasi PPDB tertuang dalam Peratuturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 51 Tahun 2018 tentang PPDB Tahun Ajaran 2019/2020.

DPR RI adalah lembaga negara yang berisi wakil-wakil rakyat dari seluruh Indonesia. Suara wakil rakyat diasumsikan sebaga suara rakyat. Vox populi vox Dei, suara rakyat adalah suara Tuhan.

Ada tiga tugas pokok dan fungsi (tupoksi) DPR RI sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2018 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Dewan Perwakilan Raktar Daerah (DPRD) atau UU MD3, yakni pengawasan, penyusunan undang-undang atau legislasi, dan penyusunan anggaran.

Pasal 16 Permendikbud No 51/2018 menyebut, PPDB dilaksanakan melalui jalur zonasi, prestasi, dan perpindahan tugas orang tua/wali.

Sebanyak 90% PPDB diperuntukkan bagi siswa yang masuk lewat jalur zonasi, 5% melalui jalur prestasi, dan 5% melalui jalur perpindahan tugas orang tua/wali.

Sistem zonasi mengharuskan calon peserta didik untuk menempuh pendidikan di sekolah yang memiliki radius terdekat dari domisili masing-masing. Peserta didik memiliki opsi maksimal tiga sekolah, dengan catatan sekolah tersebut masih memiliki slot siswa dan berada dalam wilayah zonasi siswa tersebut.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved