Tribunners / Citizen Journalism

#MenolakLupa: Mengenang Peristiwa 27 Juli 1996

Orang-orang yang melempar tampaknya begitu terlatih sampai-sampai tembok yang terkena lemparan hancur.

#MenolakLupa: Mengenang Peristiwa 27 Juli 1996
Ist/Tribunnews.com
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menghadiri pentas seni budaya peringatan peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli), di Telaga Jonge, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Jumat (27/7/2018). 

"Pengosongan kantor adalah kewenangan Ibu Mega."

Azis juga mengingatkan, kalau orang-orang itu nekat menyerbu, ia tidak bertanggungjawab atas apa yang terjadi.

Dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 11 November 1996, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menuturkan, tanggal 27 Juli 1996 sekitar 07.00 WIB, ia mendapat telepon bahwa kantornya diserbu.

Di telepon terdengar suara hiruk pikuk pertanda ada kerusuhan.

Mendengar itu Megawati bermaksud ke kantor, namun si penelepon mencegahnya.

Setelah itu sambungan telepon terputus.

Tak lama kemudian Kapolres Jakarta Pusat Letkol (Pol) Abubakar Nataprawira menelepon Megawati dan menginginkan agar kantor DPP PDI dinyatakan status quo alias dikosongkan.

Belum sempat dijawab, telepon terputus.

DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menggelar peringatan Peristiwa 27 Juli 1996 atau Kudatuli dengan sarasehan dan doa bersama pada Sabtu (27/7/2019).
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menggelar peringatan Peristiwa 27 Juli 1996 atau Kudatuli dengan sarasehan dan doa bersama pada Sabtu (27/7/2019). (Istimewa)

Megawati mengaku ingin menjawab, "Status quo yang saya inginkan adalah orang di luar tidak boleh masuk dan orang di dalam tetap di dalam untuk mempertahankan kantor DPP sampai ada pembicaraan."

Di lokasi kejadian, perundingan macet. Para petugas anti huru-hara bersenjata tameng membuat pagar betis.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved