Tribunners / Citizen Journalism

Jumlah Pengungsi Gempa Maluku Bertambah Akibat Hoax

Berikut isi lengkapnya, sekaligus mengajak jiwa jiwa muda Pattimura bangkit melawan Hoax.

Jumlah Pengungsi Gempa Maluku Bertambah Akibat Hoax
Ist/Tribunnews.com
Anak anak SD kelas satu belajar di tenda pengungsian di Negeri Oma, Kepulauan Haruku Maluku. 

TRIBUNNEWS.COM, MALUKU - Gempa Ambon Maluku yang terjadi 26 Sep 2019 menyisakan cerita.

Seorang netizen menulis surat terbuka menyampaikan bahwa jumlah pengungsi terbanyak akibat berita berita bohong yang menyatakan akan ada gempa dan tsunami besar pada tanggal sekian jam sekian.

Padahal berita itu sama sekali tidak benar.

Sang netizen tersebut kemudian menulis surat terbuka.

Baca: Wiranto Kesal Pernyataannya soal Gempa Maluku Diputarbalikkan

Berikut isi lengkapnya, sekaligus mengajak jiwa jiwa muda Pattimura bangkit melawan Hoax.

Surat Dari Bumi Maluku

Sobatku,

Aku menulis surat ini sambil mengunyah sukun goreng ditemani secangkir kopi. Kota Ambon sedang hujan pagi ini, udara nyaman.

Izinkan aku berkabar Sobat, Gempa Ambon Maluku yang terjadi 26 September 2019 menyisakan cerita. Lebih 10 hari berlalu, lonjakan pengungsi meningkat tajam. Data terakhir (10 Okt 2019) angkanya di atas 170 ribu lebih bertebaran di puluhan titik.

Aku kabarkan sobat, pengungsi ini setidaknya bisa dibagi menjadi tiga kategori.

Halaman
123
Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved