Tribunners / Citizen Journalism

WNI Eks ISIS atau ISIS Eks WNI?

“Apalah arti sebuah nama? Andaikata kita memberikan nama lain untuk bunga mawar, ia tetap akan beraroma wangi.”

HO/Tribunnews.com
TM Mangunsong SH, Praktisi Hukum dan Ketua DPC Peradi Jakarta Pusat. 

Artinya, penyebutan mereka sebagai WNI eks-ISIS atau ISIS eks-WNI sangatlah penting, karena punya implikasi dan konsekuensi hukum dan politik yang berbeda.

Bila mereka WNI eks-ISIS maka negara wajib melindungi antara lain dengan memulangkan mereka ke Tanah Air.

Sebaliknya, bila mereka ISIS eks-WNI, maka tak ada kewajiban bagi negara untuk memulangkan mereka. Kalaupun ada keinginan negara untuk memulangkan mereka, itu semata-mata karena masalah kemanusiaan.

Sebelumnya, status kewarganegaraan 689 eks-kombatan ISIS, yang sebagian besar alumni Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, pimpinan Abubakar Baasyir, sempat menjadi polemik, antara yang menganggap mereka masih WNI dan yang menganggap eks-WNI.

Padahal bila kita mengacu pada UU No 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan, polemik itu tak perlu terjadi. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang biasanya cenderung diam, kali ini ikut berpolemik.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mendesak pemerintah untuk memulangkan 689 orang eks-ISIS itu, karena alasan pemerintah menolak pemulangan mereka tidak cukup kuat.

Adapun data 689 orang eks-ISIS itu, sebagian wanita dan anak-anak, berasal dari Central of Intelligence Agency (CIA) Amerika Serikat (AS).

Dalam UU No 12 Tahun 2006, ada sembilan hal yang membuat seseorang kehilangan status WNI, antara lain, pertama, memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauan sendiri.

Kedua, tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain.

Ketiga, masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden.

Halaman
1234
Berita Populer
Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved