Tribunners / Citizen Journalism

Mengenal Lebih Dekat Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim, MA, Sosok Kiai yang Visioner.

Beliau adalah pendiri sekaligus pengasuh pondok pesantren Amanatul Ummah, baik di Surabaya maupun Amanatul Ummah Pacet

Mengenal Lebih Dekat Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim, MA, Sosok Kiai yang Visioner.
Pesantren Bina Insan Mulia/Istimewa
Prof. DR. KH. Asep Saefudin chalim dan Ustadz Yusur Mansur, ketika bersilaturahim dengan pengasuh pesantren Bina Insan Mulia, KH.Imam Jazuli, Lc.MA. 

Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim, MA. Kiai yang Visioner.

Oleh KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

Nama dan gelar akademiknya Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim, MA. Beliau adalah salah satu sosok Kiai NU yang kharismatik.  Beliau adalah pendiri sekaligus pengasuh pondok pesantren Amanatul Ummah, baik di Surabaya maupun Amanatul Ummah Pacet yang fenomenal itu. Kiai Asep membangun pondok yang begitu megah, sekolah unggulan, dan universitas. Beliau juga  perintis sekolah gratis Hikmatul Amanah di Desa Bendungan Jati bagi 1.000 anak dari sekitar desa itu. Kemudian ratusan  beasiswa juga diberikan setiap tahunnya kepada kader-kader NU.

Selain itu, Kiai Asep juga menghidupkan kembali Persatuan Guru Nahdladul Ulama (Pergunu) sebagai Badan Otonom (Banom) NU  yang puluhan tahun mati suri dan memberikan beasiswa pula kepada para guru anggotanya. Tidak sampai 10 tahun berdiri,  santrinya lebih dari 10,000, dengan jumlah guru dan dosennya sekitar 800 orang. Sementara dari sisi prestasi, sebagai  keluaran atas kualitas dilihat dari lulusannya terserap dibanyak perguruan tinggi unggulan.

Tak kurang ada 50 alumni setiap tahunnya yang diterima di jurusan kedokteran. Dan, sedikitnya 100 siswa diterima luar  negeri dengan beasiswa seperti ke Eropa dan Timur Tengah. Untuk tingkat perguruan tinggi, saat ini Institut Kiai Haji Abdul  Chalim (IKHAC) telah memiliki jurusan S1 dan S2. Tahun ini menargetkan membuka jurusan S3.

"Membangun Indonesia tidak bisa tidak, harus dimulai dari pendidikannya. Ini semua untuk peningkatan kualitas, idealisme kita berjuang untuk tujuan akhirnya yaitu melindungi NKRI," kata Kiai Asep di Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, 8 Maret,  2020 siang hari. Kami patut bersyukur, kiai panutan dan "idola" kami itu akhirnya berkenan "memberkahi" Pesantren kami,  yang lokasinya di pelosok Kabupaten Cirebon. Selain soal pendidikan, Kiai Asep juga mengingatkan bahayanya Oligorki yang menyusup di segala lini, termasuk pemerintah.

"Oligarki ini adalah ancaman sekaligus tantangan buat kita. Jika kita tidak segara sadar dan bangkit melawannya. Maka jangan harap ada masa depan yang lebih baik dan sejahtra untuk generasi berikutnya." Ujarnya mantap. Kiai Asep memang dikenal kiai yang visioner dan progresif, beliau "berpikir global dan berprilaku lokal", sebuah jargon yang sering disuarakan almarhum Gus Dur. "Prilaku dan sopan santun kita sebagai  orang Jawa tidak boleh luntur, sebab itulah identitas kita, tetapi nilai-nilai islam yang universal dan ilmu pengetahuan kita tidak boleh ketinggalan." Imbuhnya. 

Karena itu, tak mengherankan jika mahasiswanya yang datang ke IKHAC, tidak hanya dari masyarakat sekitar, tetapi datang  dari lintar propensi, bahkan dari luar negeri, diantaranya: Afghanistan, Kazakhstan, Thailand, Vietnam, Kamboja dan  Malaysia. Kiai Asep berambisi bahwa IKHAC sama persis dengan Jamiatu al Syarif al Azhar di Kairo, Mesir. Harvard  University di Amerika Serikat dan Sorbonne University di Perancis. 

Kiai Asep, dalam banyak kesempatan juga  mengatakan bahwa, tidak ada cara lain yang paling efektif untuk mengembalikan zaman keemasan Islam seperti pada pemerintahan Harun ar Rasyid dan khalifah Al Makmun pada dinasti Abbasiyah, selain  dendgan cara meningkatkan kualitas pendidikan. Pada masa itu Islam sedang ada pada masa Golden Age, itu dijadikan sebagai  pertanda kemajuan ilmu pengetahuan di dunia. 

Islam telah mewarnai peradaban dan jembatan era kesuburan pengetahuan yang tumbuh di zaman Yunani menuju zaman Eropa.  Hingga saat ini beliau selalu menekankan dalam pidatonya untuk para santriwan-santriwatinya agar tidak menyerah dalam mewujudkan cita-citanya, yaitu bersama-sama dapat mewujudkan kembalinya zaman keemasan Islam melalui jalur pendidikan.  "Kami memiliki moto pesantren terdepan, sekolah unggul, mandiri, santri berakhlakul karimah dan pendidikan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat." Katanya pada sela-sela rama-tamah dengan kami.

Halaman
12
Editor: Husein Sanusi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved