Breaking News:

Tribunners / Citizen Journalism

Masih Relevankah Pancasila?

Pancasila hanya ramai dipidatokan di dalam acara-acara seremoni kenegaraan, kepartaian, dan kantor-kantor.

Oleh: Dr Anwar Budiman SH MH

TRIBUNNEWS.COM- Masih relevankah Pancasila

Pertanyaan bernada gugatan ini patut kita lontarkan di hari lahir Pancasila kemarin, hari di mana untuk pertama kalinya istilah Pancasila disebut Bung Karno dalam pidatonya di depan rapat Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), 1 Juni 1945. Betapa tidak?

Pancasila kini seakan telah kehilangan nilai-nilai praksisnya. 

Cita-cita luhur yang termaktub di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, di mana Pancasila ada di dalamnya, yang muaranya adalah keadilan dan kesejahteraan rakyat, masih jauh panggang dari api. 

Pancasila hanya ramai dipidatokan di dalam acara-acara seremoni kenegaraan, kepartaian, dan kantor-kantor. 

Kalau sudah dipidatokan, seolah-olah Pancasila sudah diamalkan. Seolah-olah bangsa ini sudah hebat. 

Pengamalan Pancasila hanya sebatas retorika. 

Akibatnya, Pancasila kehilangan nilai-nilai praksisnya. 

Akibat lanjutannya, tak sedikit di antara anak bamgsa yang mencari-cari ideologi alternatif, baik ideologi lama maupun ideologi baru, meski masih berkisar pada ekstrem kanan dan ekstrem kiri.

Halaman
1234
Berita Populer
Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved