Tribunners / Citizen Journalism
Kreatif BUMN, Papan Luncur UMKM Menuju Global
RKB merupakan wadah langkah kolaborasi BUMN yang bergerak di berbagai bidang dalam membentuk Digital Economy Ecosystem.
oleh Loto Srinaita Ginting
TRIBUNNEWS.COM - Kementerian BUMN memberikan perhatian lebih kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi sebesar 60,3% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Saat ini jumlah UMKM yang kini tercatat 64,2 juta itu mampu menyerap 97% dari total tenaga kerja dan 99% dari total lapangan kerja.
Jauh sebelum pandemi virus Covid-19 merebak, Kementerian BUMN sudah memasukkan UMKM sebagai agenda penting yang terus terlibat dalam inisiatif-inisiatif yang dikembangkan.
Hal ini sejalan dengan amanat UU No: 19/2003 tentang BUMN yang menekankan bahwa salah satu maksud dan tujuan pendirian BUMN adalah turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi dan masyarakat.
Salah satu inisiatif yang sudah dijalankan Kementerian BUMN yakni Rumah Kreatif BUMN (RKB) yang bertujuan menaikkan kelas dan kualitas UMKM.
RKB merupakan wadah langkah kolaborasi BUMN yang bergerak di berbagai bidang dalam membentuk Digital Economy Ecosystem. RKB bertujuan untuk menaikan kelas ekonomi pelaku UKM melalui pembinaan dan pembelajaran bersama.
Baca: Pertamina Bantah Kabar BBM Jenis Premium dan Pertalite Bakal Dihapus
Ada dua platform yang telah disiapkan dalam menjalankan program RKB. Pertama, penyediaan website https://rkb.id yang berfungsi sebagai pusat data dan informasi RKB di seluruh Indonesia serta pusat edukasi, pengembangan, dan digitalisasi UMKM.
Website tersebut dikelola PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Kedua, penyediaan bangunan fisik RKB yang dikelola masing-masing BUMN pendiri serta melaporkan perkembangan masing-masing RKB melalui website tersebut.
Baca: Pelanggan PLN yang Tagihannya Melonjak Bisa Cicil Bayar Listrik
Sejalan dengan teori pemberdayaan (empowerment theory) yang dikembangkan Perkins & Zimmerman, 1995, bahwa orientasi nilai dari pemberdayaan akan mengarahkan pada tujuan, sasaran, dan strategi untuk mengimplementasikan perubahan. Maka RKB yang dikembangkan BUMN tak lain untuk membawa agar para UMKM beradaptasi dan bertransformasi sesuai tuntutan zaman.
Dukungan BUMN terhadap UMKM dalam RKB meliputi pelatihan dan konsultasi training, membantu pengurusan surat perizinan, sertifikasi halal, hak paten, pembuatan NPWP, perbaikan kemasan, dan branding, serta pembukuan.
Baca: Pandemi Covid-19 Bikin Harga Mobil Bekas Anjlok, Ini Ragam Pilihan Mobkas Harga Rp 70 Jutaan
Promosi produk melalui media sosial dan gerai toko Rumah BUMN, mengikutsertakan UMKM pada pameran/bazar baik dalam maupun luar negeri, dan dibukanya akses permodalan, seperti penyaluran pinjaman dengan bunga sebesar 3% juga merupakan dukungan nyata dari BUMN.
Dengan menjalankan 4 program pemberdayaan, yakni UMKM Naik Kelas dan UMKM Ekspor yang bertujuan meningkatkan kapasitas usaha dan kompetensi usaha, KUR yang mendorong lembaga keuangan agar ramah bagi UMKM, serta pembentukan Cluster Unggulan dengan tujuan meningkatkan koordinasi lintas sektor yang terkait ekosistem UMKM, maka hasil RKB sudah terlihat.
Hingga kini, sudah terbentuk 244 RKB (per 1 juni 2020) yang terdiri dari 537.767 UMKM, melibatkan 14 BUMN dan tersebar di seluruh nusantara.
Dengan milestone menuju transformasi digital, RKB menetapkan pentahapan berjenjang, yakni Go Modern, Go Digital, dan Go Online.
Dari 537.767 UMKM yang Go Modern, sudah 30.372 UMKM yang sudah Go Digital.
Kemudian dari jumlah terakhir, tercatat 14.319 UMKM sudah berstatus Go Online di situs: blanja.com dengan jumlah produk yang listing sebanyak 32.833 jenis.
Pencapaian tersebut merupakan hasil 10.700 pelatihan yang telah diselenggarakan dengan melibatkan 408 orang fasilitator RKB.
Dari 14 BUMN yang terlibat dalam program RKB, PT Telkom Indonesia telah mengoperasikan 46 RKB yang mencakup 14.226 UMKM di tahap Go Modern.
Setelah menjalani sekitar 2.450 pelatihan yang digelar perusahaan telekomunikasi itu, kini sebanyak 63% atau 9.044 UMKM telah naik kelas ke tahap Go Digital. Selanjutnya, sebanyak 2.096 UMKM atau 23% nya kini telah naik kelas lagi ke tahap Go Online.
Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan seiring dengan makin masifnya sosialisasi program dan kegiatan RKB, serta dukungan dari stakeholder karena pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan sendiri oleh BUMN. Harus ada kerja sama dan sinergi dengan instansi lainnya yang terkait.
Jika pemberdayaan, seperti yang dijelaskan Perkins & Zimmerman, merupakan upaya kontrol dan pengaruh atas keputusan untuk mengubah kehidupan seseorang, fungsi organisasi, serta kualitas kehidupan masyarakat, maka RKB merupakan jawaban nyata dari BUMN agar UMKM yang membawa label penopang utama ekonomi Indonesia terus berkembang dan selanjutnya menuju tahap akhir, Go Global ke dunia internasional.
* Penulis adalah Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/omzet-oleh-oleh-tempe-goreng-khas-bandung-anjlok_20200530_130820.jpg)