Kamis, 4 Juni 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Pertanian Penyelamat RI dari Ancaman Resesi Ekonomi

Sayangnya, disituasi yang serba sulit, beberapa kementerian bekerja seperti biasa. Lama, berbelit, dan takut berbuat.

Tayang:
istimewa
Charles Meikyansah, Anggota Komisi IV DPR RI. 

Oleh: Charles Meikyansah, Anggota Komisi IV DPR RI

TRIBUNNERS - Ancaman resesi tengah mengahantui perekonomian global.

Negara-negara maju (Advanced Industiral Country) sedang mangalami situasi yang sulit tak tekecuali negara-negara emerging market seperti Indonesia.

Kabar baik akhir tahun 2019 tiba-tiba lenyap akibat pandemi.

Daya rusak pandemi terhadap ekonomi tidak hanya memukul sisi supply side tetapi demand side. Ekonomi macet dikedua sisi.

Baca: Fahri Hamzah Optimis Koperasi dan UMKM Jadi Penyelamat Indonesia dari Resesi Ekonomi

Maka jalan keluar harus benar-benar luar biasa (extra ordinary), pasar utama berhenti mengkonsumsi, begitu juga dengan negara-negara produsen berhenti berproduksi.

Banyak ekonom bersepakat bahwa mengatasi situasi yang sedemikian sulit ini harus menyelesaikan keduanya baik sisi permintaan dan penawaran. Dan hanya negara yang mampu, dengan cara memperbesar belanja pemerintah.

Maka ketika pembahasan panjang di DPR terkait refocusing anggaran yang sudah dibahas sejak sebelum pandemi, DPR mendukung penuh perluasan belanja negara dengan secara besar-besaran dan dengan cepat.

Karena hanya dengan belanja negara, ekonomi setidaknya tetap bergerak.

Baca: Direktur Riset Core Indonesia Sebut RI secara Teknikal Sudah Alami Resesi

Ada semacam mantara bad times makes good policy. Memang biasanya demikian, tapi melihat laporan BPS pada triwulan II (Q-Q) rasa-rasanya semangat untuk memperbesar belaja negara mentok pada implementasi. Bad times and Bad Implementation. Sebuah kombinasi yang mengecewakan.

Padahal pesan yang tegas dan jelas bahwa belanja pemerintah adalah kunci sudah diwujudkan kerja marathon refocusing anggaran dan keinginan besar presiden untuk belanja, belanja dan belanja sangat nyaring di media.

Sayangnya, disituasi yang serba sulit, beberapa kementerian bekerja seperti biasa. Lama, berbelit, dan takut berbuat.

Hasilnya, capaian belanja pemerintah tak banyak berubah bahkan minus sangat dalam dengan beberapa sektor menyentuh pertumbuhan negatif dua digit.

Untungnya, sektor pertanian menjadi penyelamat dengan mampu mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 16,24 persen.

Apresiasi harus ditujukan pada kementerian pertanian sebagai lokomotif daya dorong ekonomi di tengah pandemi.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved