Breaking News:

Tribunners / Citizen Journalism

Berproses Mewujudkan Kekebalan Komunitas

Sebagaimana telah dialami semua orang, pandemi Covid-19 telah merubah persepsi bersama tentang dinamika kehidupan di ruang publik.

TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/IST/FX ISMANTO
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menerima dirinya divaksinasi Covid-19, sebagai wujud dukungan terhadap upaya pemerintah mengatasi pandemi Covid-19. Sekaligus membuktikan kepada masyarakat bahwa vaksin Covid-19 yang didistribusikan pemerintah berada dalam kondisi aman dan halal, Kamis (14/1/21) di Jakarta. TRIBUNNEWS.COM/IST/FX ISMANTO 

Oleh: Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

TRIBUNNEWS.COM - Indonesia akhirnya, mulai menjalani proses mewujudkan kekebalan komunitas (herd community) dari ancaman SARS-Cov-2, varian virus Corona penyebab infeksi Covid-19. Proses yang akan berkelanjutan itu sudah dimulai ketika Presiden Joko Widodo bersama sejumlah kalangan menerima suntikan vaksin corona, baru-baru ini. Ketika kekebalan komunitas itu nantinya terwujud, itulah modal awal  bersama yang akan memampukan masyarakat memulihkan semua aspek kehidupan.

Sebagaimana telah dialami semua orang, pandemi Covid-19 telah merubah persepsi bersama tentang dinamika kehidupan di ruang publik. Semuanya tiba-tiba berubah begitu ekstrim karena ragam pembatasan sosial yang harus dan wajib dilaksanakan. Tak ada keleluasaan dalam bekerja dan kegiatan produktif lainnya. Bahkan, anak dan remaja pun tak bisa belajar di sekolah dan kampus. Setelah selama sepuluh bulan menjalani pembatasan sosial itu, semua orang pasti ingin agar ragam pembatasan sosial bisa segera diakhiri.

Karena itu, menjadi sangat penting dan strategis jika seluruh elemen masyarakat bertekad dan partisipatif mewujudkan Kekebalan komunitas dengan menerima suntikan vaksin corona atau vaksinasi. Ibarat sebuah pertaruhan, kekebalan komunitas untuk semua  masyarakat Indonesia harus bisa diwujudkan, karena SARS-CoV-2 masih akan ada dalam kehidupan setiap komunitas kendati vaksinasi Corona sudah dilaksanakan.

Lagi pula, sukses mewujudkan kekebalan komunitas dari ancaman SARS-CoV-2 akan menguntungkan semua orang dan dari semua usia. Sebagaimana sudah ditegaskan Presiden Jokowi bahwa terwujudnya kekebalan komunitas berkat vaksinasi akan menjadi titik balik dari krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020.

Terwujudnya kekebalan komunitas akan mendorong keberanian masyarakat untuk memulai lagi semua kegiatan produktif. Anak serta remaja bisa kembali belajar di sekolah atau kampus. Dan, tentu saja terbuka ruang bagi kerja pemulihan ekonomi yang kini masih terperangkap resesi.

Vaksinasi masyarakat untuk mewujudkan kekebalan komunitas di dalam negeri praktis menjadi sebuah pekerjaan besar yang bisa saja tidak mudah. Target jumlah orang yang disuntik vaksin corona mencapai 181,5 juta jiwa, dan per orang harus menerima dua kali suntikan. Artinya, tak hanya butuh tenaga kesehatan dalam jumlah banyak, tetapi juga butuh waktu yang relatif tidak sebentar.

Belum lagi jika memperhitungkan faktor ketersediaan vaksin.  Untuk mewujudkan kekebalan komunitas itu, Indonesia butuh  426 juta dosis vaksin. Jumlah ini dipesan dari empat produsen di beberapa negara. Pemerintah tampaknya yakin, sehingga Presiden Jokowi telah mendorong semua satuan kerja di bidang kesehatan agar bisa menuntaskan vaksinasi sebelum berakhirnya tahun 2021.

Ketika Presiden Jokowi menerima suntikan pertama vaksin Sinovac di Istana Kepresidenan pada Rabu 13 Januari 2021, itulah langkah awal membangun kembali harapan akan pulihnya dinamika kehidupan. Selama sepuluh bulan sejak kasus Covid-19 pertama terdeteksi di Depok, Jawa Barat, pada 2 Maret 2020, kehidupan bersama terasa begitu kelam. Dan, akibat ketidaktahuan komunitas global tentang virus ini, banyak orang seperti kehilangan harapan. Bahkan, ada ungkapan ‘kehidupan tidak akan sama lagi akibat pandemi ini’.

Namun, berkat akal budi manusia, harapan itu bisa ditumbuhkan lagi. Para ahli berhasil memformulasikan vaksin untuk melumpuhkan daya rusak SARS-CoV-2. Dibandingkan dengan pandemi global  flu Spanyol satu abad yang  lalu, respons komunitas global terhadap SARS-CoV-2 praktis lebih cepat. Durasi flu Spanyol jauh lebih lama.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved