Breaking News:

Tribunners / Citizen Journalism

Menyiapkan Talenta Digital, Menyongsong Peradaban 5G

Transformasi digital di dalam negeri yang sedang berproses saat ini masih menghadirkan dua masalah strategis.

Shutterstock
Ilustrasi 

Oleh: Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

TRIBUNNEWS.COM - Teknologi telekomunikasi seluler generasi lima atau 5G yang akan mewujud peradaban baru  butuh dukungan dan peran signifikan sumber daya manusia (SDM) bertalenta digital dalam jumlah memadai. Maka, program pembangunan SDM yang dicanangkan Presiden Joko Widodo hendaknya memasukan kerja penyiapan talenta digital sebagai prioritas agenda.  

Transformasi digital di dalam negeri yang sedang berproses saat ini masih menghadirkan dua masalah strategis. Pertama, ada desakan secara tidak langsung untuk mempercepat tersedianya Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang mumpuni. Masih ada belasan ribu desa atau kelurahan belum terjangkau jaringan internet, sehingga Pemerintah harus mempercepat realisasi infrastruktur TIK dengan memperluas pembangunan base transceiver station (BTS) untuk menyediakan akses internet di semua desa.  Dengan tersedianya jaringan internet, warga di semua pelosok negeri akan punya akses untuk masuk dalam arus otomasi dan digitalisasi sekarang ini.

Masalah kedua, menyiapkan talenta digital pun menjadi persoalan lain yang juga harus direspons negara sejak kini agar generasi anak-cucu kompeten dan kompetitif melakoni perubahan zaman,  utamanya di era teknologi 5G.  Soalnya, ketika Indonesia mulai melakoni era Industri 4.0 sekarang ini, kesenjangan talenta digital masih menjadi persoalan nyata dan dialami di berbagai sektor dan sub-sektor.  Masalah ini telah banyak dibahas para ahli dan praktisi TIK diberbagai forum.

Talenta atau bakat digital dipahami sebagai pekerja spesialis yang mampu dengan cepat beradaptasi dengan pembaruan teknologi digital yang berkelanjutan. Kalau kesenjangan ini tidak segera diatasi mulai sekarang, kebutuhan riel akan talenta digital mungkin saja akan dipenuhi dengan mendatangkan pekerja dari negara lain.

Para praktisi TIK menghitung kebutuhan Indonesia yang mencapai sembilan (9) juta SDM bertalenta digital hingga 2030. Berarti, harus disiapkan dan tersedia sedikitnya 600 ribu pekerja spesialis digital per tahunnya. Untuk mengatasi masalah  kesenjangan itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun mengambil inisiatif dengan menyelenggarakan program Digital Talent Scholarship (DTS) sejak 2018.

Program DTS Kominfo itu patut dipahami sebagai respons cepat pemerintah untuk mengatasi kesenjangan itu. Program DTS pun digelar di 25 kota di 20 provinsi, termasuk di Jayapura dan Lhokseumawe, melibatkan 28 perguruan tinggi, termasuk 18 perguruan tinggi negeri. Program ini memberi kesempatan peserta mendalami 78 bidang, antara lain Artificial Intelligent (AI), Internet of Things (IoT), cloud computing, coding, programming hingga cyber security.

Sambil bersiap memasuki era teknologi 5G, patut juga untuk dikedepankan beberapa pertanyaan. Misalnya, apakah menyiapkan talenta digital dengan pola seperti  sekarang sudah memadai? Pertanyaan ini layak dikedepankan karena lompatan ke era teknologi 5G akan mengubah banyak aspek dalam kehidupan manusia.

Tak hanya pabrik cerdas, teknologi 5G bisa mewujudkan rumah pintar, alat medis pintar hingga transportasi cerdas atau mobil swaskemudi. Urgensi menyediakan talenta digital dalam jumlah memadai pun relevan untuk dikaitkan dengan ambisi bersama mewujudkan misi Indonesia Maju di tahun 2045.

Dalam sebuah kesempatan pada pekan kedua Maret 2021, Presiden Joko Widodo telah mengingatkan sejumlah konsekuensi akibat perubahan zaman. Era otomasi dan digitalisasi menyebabkan permintaan dan kebutuhan tenaga kerja berubah. Teori manajemen, organisasi, dan model bisnis juga berubah.  Banyak model pekerjaan lama tidak lagi dibutuhkan.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved