Tribunners / Citizen Journalism
Khofifah Indar Parawansa, Kandidat Terkuat NU di Bursa Pemilihan Presiden 2024
Tak berlebihan, jika warga Nahdiyyin banyak yang mengidolakannya. Karena, dalam segi kapasitas dan elektabilitas Khofifah jauh lebih unggul.
Khofifah Indar Parawansa, Kandidat terkuat NU di Bursa Pemilihan Presiden 2024
Oleh KH. Imam Jazuli, Lc., MA.
TRIBUNNEWS.COM - Tiga tahun menjelang Pemilu, banyak pengamat yang mengusung beberapa tokoh ideal pada bursa pemilihan Presiden dan wakil Presisen 2024, diantara nama itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah punya kans besar untuk mengambil tampuk kepemimpinan Nasional, baik itu presiden atau wakil presiden.
Peluang itu ada, karena Khofifah merupakan sosok yang bisa merepresentasikan figur perempuan dan Nahdlatul Ulama (NU). Secara matematika, Khofifah adalah Ketua Umum Muslimat NU yang memiliki anggota sekitar 32 juta, ini kekuatan angka di atas kertas yang tidak bisa diremehkan oleh siapapun.
Sementara sebagai salah satu tokoh Nahdiyyin, ia sudah malang-melintang di pentas nasional, menjadi ketua umun PB PMII, menjadi anggota DPR dari PPP, selain pernah menjadi Menteri Sosial pada Kabinet Jokowi, juga pernah menjadi menteri Negara Pemberdayaan Perempuan di era Gus Dur, jadi figurnya bisa diterima semua kalangan Nahdliyin, plus kepercayaan keluarga Gus Dur dan Jokowi. Ini adalah model sosial yang sangat krusial.
Tak berlebihan, jika warga Nahdiyyin banyak yang mengidolakannya. Karena, dalam segi kapasitas dan elektabilitas Khofifah jauh lebih unggul dibanding figur-figur Nahdliyin lain, seperti Cak Imin, Gus Yaqut, maupun Mahfudz MD, maka partai manapun nantinya yang mampu menggandeng Khofifah akan sangat diuntungkan.
Hal lain yang patut disorot adalah, ia juga terbukti bisa menjadi Gubernur tanpa terlebih dulu menjadi kader partai, bahkan hebatnya lagi ia menjadi Gubernur Jawa Timur tanpa dukungan PDIP dan PKB yang punya basis suara kuat disana. Maka wajar pertemuannya dengan sejumlah tokoh, selalu ditafsirkan publik sebagai persiapan menuju 2024.
Terakhir, Khofifah sudah beberapa kali bertemu Gubernur provinsi lain, seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Bahkan, Ridwan Kamil sudah dua kali bertemu dalam kurun waktu sebulan, yang pertama di Kota Bandung dan pertemuan kedua di Kota Surabaya akhir pekan lalu.
Pendekatan Gubernur lain ke Khofifah itu adalah langkah yang strategis, sebab dalam sejumlah survei yang dilakukan pada 2021 ini, nama Khofifah bahkan selalu masuk 10 besar. Misalnya rilis dari Indikator Politik Indonesia bulan Mei lalu, nama Khofifah berada dalam deretan Capres potensial, Khofifah mengantongi suara paling tinggi diantara figur Nahdliyin lain, bersama figur-figur lain di luar Nahdliyimpun ia masih masuk 10 besar.
Metode survei yang digunakan simple random sampling sebanyak 206.983 responden yang terdistribusi secara acak. Toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei digelar pada 4-10 Maret. Total survei sampel yang berhasil diwawancara sebanyak 1.200 responden warga negara Indonesia berusia 17-21.
Sementara dalam survei calon presiden (capres) yang dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 22 Februari 2021, muncul sejumlah sosok perempuan. Berdasarkan data survei, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa unggul atas Ketua DPR RI Puan Maharani.
Dalam Simulasi Semi Terbuka, memang muncul sejumlah nama perempuan yakni Mensos Tri Trismaharini, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Puan Maharani, dan Ketua Umum PSI Grace Natalie, tetapi Khofifah kokoh di puncak.
Lain halnya dengan Survei KedaiKOPI terbaru terhadap peluang Kepala daerah dari Indonesia. Khofifah bersaing ketat dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Survei ini diselenggarakan oleh Lembaga Survei KedaiKOPI dengan menggunakan metode face to face interview kepada 1215 responden yang berada di 34 provinsi. Jika dua nama ini diduetkan (Anies-Khofifah) maka tak terkejar oleh pasangan manapun.
Survei itu dilaksanakan pada 10 – 19 April 2021 lalu dengan Margin of Error ± 2.81% pada interval kepercayaan 95.0%. Responden ketika ditanya misi/program kerja yang menjadi pertimbangan (pertanyaan terbuka), mayoritas responden mendasarkan pada program meningkatkan ekonomi, kesejahteraan rakyat. Angkanya cukup tinggi, mencapai 41,5 persen, dan ini. menjadi alasan kenapa orang makin mecintai Khofifah.
Alasan lain, tentu Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang mengalami rebound dari sisi ekonomi pada masa Pandemi. Kondisi ekonomi Nasional dan Jawa Timur mulai menunjukkan pemulihan. Ekonomi Nasional dan Jawa Timur memang masih terkontraksi di triwulan pertama 2021 (-0,74% dan -0,44%).
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kh-imam-j.jpg)