Breaking News:

Tribunners / Citizen Journalism

Gali Pendidikan Karakter dan Nilai Anti Korupsi Lewat Naskah Kuno Nusantara

Salah satu bentuk kearifan lokal berupa pemikiran dan gagasan tentang sikap, perilaku bermasyarakat bisa kita jumpai pada naskah Amanat Galunggung.

Editor: Choirul Arifin
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
NASKAH KUNO - Petugas Seksi Perlindungan, Dedi Mulyadi memperlihatkan naskah kuno yang bertuliskan bahasa Arab pegon di Museum Sri Baduga, Jalan Peta, Kota Bandung, Kamis (20/4/2017). Naskah kuno dalam bentuk buku berbahan kertas daluang yang berjumlah empat buah itu berisi doa-doa tauhid. Peninggalan bersejarah tersebut ditemukan di kawasan Cirebon dan kini menjadi koleksi terbaru Museum Sri Baduga. Belum teridentifikasi tahun berapa naskah tersebut dibuat. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Di dalam naskah tersebut tertuang norma-norma dan nilai-nilai moral yang perlu untuk dimiliki demi mewujudkan kehidupan yang damai dan sejahtera.

Selain itu, dalam naskah Amanat Galunggung juga dibahas mengenai seperti apa kita harus menghargai para leluhur dan orang-orang terdahulu yang telah meletakan ajaran dan nilai-nilai luhur, bagaimana kita harus berbakti kepada keluarga dan berbuat baik terhadap sesama.

Dalam naskah Amanat Galunggung juga banyak terdapat nilai-nilai kepemimpinan yang dianggap baik dan harus dimiliki oleh Raja dan keturunannya pada masa itu.

Diantaranya berbunyi,

“Jagat daranandi sang rama, jagat kreta di sang resi, jagat palangka di sang prabu” (Sang Rama (tokoh masyarakat) bertanggung jawab atas kemakmuran hidup; Sang Resi (cerdik pandai, berilmu), bertanggung jawab atas kesejahteraan; Sang Prabu (birokrat) bertanggung jawab atas kelancaran pemerintahan).

“Haywa paala-ala palungguhan, haywa paalaala pameunang, haywa paalaala demakan, apan pada pawitanya, pada mulianya, maka pada mulianya, ku ulah ku sabda, (ku) ambek”

Artinya, jangan berebut kedudukan, jangan berebut penghasilan, jangan berebut hadiah, karena sama asal-usulnya, sama mulianya. Oleh karena itu bersama-samalah berbuat kemuliaan dengan perbuatan, dengan ucapan, dan dengan itikad.

Menilik penggalan isi dari naskah Amanat Galunggung tersebut, dapat diketahui bahwa tatanan masyarakat Sunda pada masa itu telah mengenal pembagian tugas dan wewenang dari seorang pemimpin.

Pembagian kekuasaan yang dikelompokan ke dalam tiga unsur tersebut menjadi kunci keberlangsungan roda pemerintahan jika seluruhnya dapat bekerja secara sinergis.

Pada dasarnya, nilai-nilai yang terkandung dalam naskah Amanat Galunggung berisi pesan moral dan pendidikan karakter yang telah dilakukan secara turun temurun.

Halaman
1234

Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved