Selasa, 19 Mei 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Relasi Sinergis Nahdlatul Ulama dan Partai Gerindra

Jargon yang dikibarkan NU “hubbul wathon minal iman”, cinta tanah air adalah bagian inti keimanan, sejalan dengan Gerindra.

Tayang:
ISTIMEWA
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani melakukan kunjungan ke kediaman Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftahul Akhyar, di bilangan Rawangun, Jakarta Timur. 

Jika hal ini terwujud, maka jalan baru politik NU dengan partai-partai, utamanya Partai Gerindra, terbangun kuat dan produktif.  

Relasi NU-Partai Gerindra menjadi strategis setidaknya karena sejumlah hal berikut.

Pertama, NU adalah representasi kekuatan Islam terbesar di negeri ini.

Kedua, NU tengah menguatkan kuda-kuda politik untuk mengepakkan sayap berkhidmah di kancah Islam internasional.

Kiprah internasional NU dihajatkan dunia demi menyeimbangkan tatanan Islam agar tidak middle eastern mainstream, yang garang cenderung kearah terorisme. 

Islam internasional membutuhkan moderasi, toleransi dan penghormatan atas pluralitas model NU.

Demi tujuan khidmah Internasional ini, NU meniscayakan mitra strategis kuat di dalam negeri.

Partai Gerindra sebagai salah satu kekuatan nasional, sangat ideal bersinergi dengan NU, baik terkait urusan nasional (kerakyatan/keumatan), dan lebih-lebih masalah internasional: politik bebas aktif, non-blok demi terwujudnya misi besar NU membumikan Islam rahmatan lil ‘alamin.
Wallahu A’lam

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved