Tribunners / Citizen Journalism

Polisi Tembak Polisi

Ferdy Sambo dan Demoralisasi Kepolisian

Motif pembunuhan yang masih simpang siur dan belum terungkap membuat masyarakat menjadi semakin kesal dan nyaris tak percaya pada penuntasan kasus ini

Editor: Dewi Agustina
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). Motif pembunuhan yang masih simpang siur dan belum terungkap membuat masyarakat menjadi semakin kesal dan nyaris tak percaya pada penuntasan kasus ini. 

Oleh: Saiful Huda Ems

SEJAK munculnya kasus pembunuhan Brigadir J yang diotaki oleh Ferdy Sambo, nama baik institusi kepolisian mengalami penurunan drastis.

Masyarakat yang awalnya sangat memberikan apresiasi pada Institusi POLRI, hingga dalam berbagai release lembaga survei POLRI menempati urutan tertinggi dalam hal kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap kinerja POLRI, namun setelah peristiwa Ferdy Sambo ini kepercayaan dan kepuasan masyarakat Indonesia terhadap POLRI langsung anjlok total dan nyaris menyentuh titik nadir.

Situasi semacam itu menjadikan Polisi di beberapa kesempatan menjadi bahan olok-olokan masyarakat, terlebih ketika proses penegakan hukum terhadap kasus Sambo terasa masih jauh menemukan titik terang.

Motif pembunuhan yang hingga detik ini masih simpang siur dan belum terungkap, anatomi kasus Sambo yang masih belum jelas dan lengkap disuguhkan oleh penyidik (Polisi) yang kemudian ditolak oleh Kejaksaan dan diminta untuk melengkapinya, merupakan suatu hal yang membuat masyarakat menjadi semakin kesal dan nyaris tak percaya pada penuntasan kasus ini dengan baik.

Akibatnya Polisi pun banyak yang merasa lemas dan minder, tak percaya diri untuk menegakkan hukum.

Sebagian lainnya lagi Polisi nampak frustasi dan melakukan kejahatan sendiri dimana-mana karena sudah tidak memiliki rasa hormat lagi pada pimpinan-pimpinan di pusatnya.

Haruslah POLRI khususnya KAPOLRI sadari, bahwa kelambanan dan ketidak jelasan penyelesaian kasus Sambo ini, berisiko besar tidak hanya bagi turunnya kepercayaan masyarakat itu sendiri pada institusi POLRI, melainkan juga berisiko adanya demoralisasi kepolisian.

Jika dihubungkan dalam konteks perang pengaruh antara Polisi melawan para penjahat di berbagai sektor apapun, misalnya penjahat ideologi negara (kaum radikal pengusung Khilafah), maupun misalnya penjahat penyakit masyarakat seperti para bandar Judi, Narkoba, Prostitusi dll, maka disini Polisi akan mengalami kelemahan mental atau semangat perang.

Demoralisasi Kepolisian apabila disederhanakan, maka maknanya berarti melemahnya jiwa korsa institusi POLRI dalam menjaga keamanan nasional dan penegakan hukum di Indonesia.

Halaman
12

Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved