PISPI Wakili Indonesia dalam Konferensi dan Pameran Internasional Cootech di Malaysia
Konferensi dan eksebisi International Cootech yang ke-50 Tahun 2022 berlangsung mulai 7-11 November 2022 di Malaysia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konferensi dan eksebisi International Cootech yang ke-50 Tahun 2022 berlangsung mulai 7-11 November 2022 di Malaysia.
Acara ini yang diselenggarakan di Kuala Lumpur Convention Center oleh International Coconut Community (ICC) dan mengangkat tema “Climate Change Adaptation and Mitigation Strategy for a Resilient and Suistainable Coconut Agroindustry”.
Kegiatan ini diikuti 400 peserta dari 47 negara yang berasal dari 5 benua.
Dari Indonesia diikuti beberapa asosiasi dan instansi, termasuk Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI).
PISPI menugaskan Dr. Ir. Agus Ambo Djiwa selaku Koordinator Presidium, Kamhar Lakumani selaku Sekretaris Jenderal, dan Dr. Tedy Dirhamsyah selaku Sekretaris Dewan Pakar untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Koordinator Presidium PISPI, Dr Agus Ambo Djiwa mengatakan konferensi ini menjadi penting di tengah ancaman perubahan iklim dan situasi global yang mengalami turbelensi untuk merumuskan dan menyesuaikan peta jalan perkelapaan serta mengurai berbagai hambatan untuk terbangunnya iklim agroindustri kelapa yang tangguh dan berkelanjutan.
"Kelapa menjadi salah satu komoditi strategis," ujar Agus Ambo Djiwa dalam keterangannya, Jumat (11/11/2022).
Baca juga: Produk Olahan Kakao di Bali Tembus Pasar Asia dan Eropa
Menurut dia, Indonesia merupakan negara penghasil nomor 2 di dunia dengan produksi sebesar 2,9 juta ton per tahun yang menyerap tenaga kerja di on farm lebih dari 6 juta orang dan jika ditambahkan dengan di industri menyerap lebih dari 10 juta orang.
Dengan nilai ekspor kelapa sebesar USD 2,17 milyar atau Rp 30,8 triliun dan berkontribusi pada pendapatan eksport nasional sebesar 0,73 persen.
Bagi Malaysia sendiri, kelapa merupakan komoditi penting yang sebagian pemenuhannya masih impor.
Sekitar 30 persen kebutuhannya dipenuhi dari Indonesia.
Oleh karena itu Wakil Menteri Pertanian dan Industri Pangan Kerajaan Malaysia YB Datok Seri Haji Ahmad Bin Hamzah menyampaikan apesiasinya kepada Agus Ambo Djiwa selaku Koordinator Presidium PISPI dan berharap dapat meningkatkan kerjasama.
Dr Agus Ambo Djiw mengatakan PISPI menaruh harapan besar agar pemerintah kita terus meningkatkan kebijakan revitalisasi kelapa yang selama ini telah berjalan.
"Mesti ada sinergi dan road map yang terpadu dari pemerintah pusat dengan pemerintah daerah yang menjadi sentra produksi kelapa yang mencakup hulu, tengah dan hilir," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/wakil-menteri-pertanian-dan-industr.jpg)