Senin, 1 Juni 2026

Blog Tribunners

Kenapa Perlu Indonesia Unggul?

Perjalanan sejarah bangsa kita sesungguhnya cukup menjadi gemblengan untuk menuju bangsa yang kuat.

Tayang:
Penulis: Hasanudin Aco
Ist
Ketua DPP PDIP Said Abdullah. 

Lima tahun terakhir, demi investasi usaha, semua diterjang, diminta minggir. Tentu saja investasi usaha hal yang penting. Tetapi apakah sudah tepat ini prioritas pembangunan kita.

Menuju Manusia Unggul

Seluruh kontemplasi diatas menjadi latar belakang Ganjar-Mahfud menatap masa depan, meletakkan kembali agenda revolusi mental untuk menjadi manusia unggul. Jati diri kepribadian bangsa perlu kita nyatakan secara lugas.

Semua nilai nilai luhur bangsa, gotong royong, anti korupsi, produktif, inovatif, mandiri, patuh pada etika dan hukum, menghargai perbedaan dan kebebasan, emansipasi perempuan, melindungi minoritas perlu mendapat tempat, dan dihadirkan nyata dalam kehidupan sehari hari.

Semua nilai nilai itu harus menjadi ruh bagi setiap gerak pembangunan di semua bidang, tanpa reserve. Bagi saya, inilah jalan kebudayaan kita menuju manusia unggul.

Paling mula harus menjadi praktik hidup dan contoh nyata bagi seluruh para penyelenggara negara.

Kami yakin, jika seluruh penyelenggara negara bisa melaksanakan nilai nilai tersebut pada gerak hidupnya sehari hari, hal itu akan memantul lebih luas menjadi jiwa bangsa.

Dengan penghayatan total atas nilai nilai luhur itu, maka seluruh potensi pembangunan nasional akan lebih mudah di organisir untuk menopang cita cita pembangunan.

Keteladanan pemimpin nasional yang menyebar ke seluruh level penyelenggara negara akan menjadi energi penggerak penting bagi pembangunan.

Harapan kita untuk menaikkan pendapatan per kapita, menurunkan tingkat kemiskinan, membuka lapangan kerja, meningkatkan partisipasi pendidikan, meningkatkan harapan hidup rakyat, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi, talenta anak anak bangsa yang hebat, menempuh jalan ekonomi hijau, menjadikan poros maritim dunia semuanya perlu, dan akan ditopang oleh kekuatan gotong royong semesta, asalkan penghayatan atas jiwa bangsa diatas telah menubuh.

Jadi, gerakan pembangunan bukan semata mata agenda dan urusan pemerintahan.

Baca juga: Terima MKD Awards 2023, Said Abdullah: Jaga Marwah DPR Tugas Kita Bersama

Rakyat akan merasa memiliki cita cita itu. Jadi ini bukan semata milik atau agenda Ganjar dan Mahfud.

Nalar inilah yang luput pada pembangunan kita selama ini, karena semua agenda pembanguan dipahami dan hanya diformulasikan secara teknokrasi.

Teknokrasi sangat penting karena memandu kalkulasi dan mitigasi, namun sama pentingnya adalah rasa kepemilikan rakyat atas agenda pembangunan.

Visi manusia unggul adalah visi kita bersama, dan keunggulan itu dimulai dari sikap mental kita semua sebagai satu bangsa.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved