Jumat, 29 Agustus 2025

Tribunners / Citizen Journalism

Pangkostrad Mohamad Hasan dan Pangdam Jaya Rafael, Dua Jenderal Menulis Sejarah di Bibir Ciliwung

Saat sertijab Dan Grup 2 Solo dari Kolonel Richard Tampubolon ke Kolonel Rafael, saya hadir di Solo sambil menikmati kuliner tengkleng.

|
Editor: Dewi Agustina
Istimewa
Di bibir Sungai Ciliwung, Cijantung Jakarta Timur, Minggu (25/8/2024) pagi dua jenderal duduk bersama. Mereka adalah Letnan Jenderal TNI Mohamad Hasan dan Mayor Jenderal TNI Rafael Granada Baay. Dua jenderal yang sama-sama memegang tongkat panglima. 

Saat sertijab Dan Grup 2 Solo dari Kolonel Richard Tampubolon ke Kolonel Rafael, saya hadir di Solo sambil menikmati kuliner tengkleng.

Selanjutnya Rafael bergeser menjadi Danrindam di Makassar.

Di bibir Sungai Ciliwung, Cijantung Jakarta Timur, Minggu (25/8/2024) pagi dua jenderal duduk bersama. Mereka adalah Letnan Jenderal TNI Mohamad Hasan dan Mayor Jenderal TNI Rafael Granada Baay. Dua jenderal yang sama-sama memegang tongkat panglima.
Di bibir Sungai Ciliwung, Cijantung Jakarta Timur, Minggu (25/8/2024) pagi dua jenderal duduk bersama. Mereka adalah Letnan Jenderal TNI Mohamad Hasan dan Mayor Jenderal TNI Rafael Granada Baay. Dua jenderal yang sama-sama memegang tongkat panglima. (Istimewa)

Pada 2019 saya jumpa kembali dengan dengan pria kelahiran Ternate ini dengan jabatan Danrem 074/Warastratama Solo.

Ketika pandemi Covid melanda awal 2020, kami bersua dalam urusan dinas di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, saya sebagai Staf Khusus Kepala BNPB Doni Monardo dan Rafael menjabat Aspotwil Kaskogabwilhan 1 pada tahun 2020.

Cafe "Ciba"

Cafe ini tak jauh dari markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Warga sekitar menyebutnya "Ciba", Cijantung Bawah.

Tak heran, sebab mereka adalah jenderal yang digembleng dalam tempaan tradisi baret merah.

Kebetulan, Hasan dan Rafael adalah teman satu angkatan, sama-sama Akmil 93.

Pagi ini, keduanya melempar pandang ke arah Sungai Ciliwung di bawah sana.

Sejurus kemudian melempar pandang ke arah kibaran bendera merah putih yang membentang menyilang sungai.

Terkenang Doni - Danny

Rasa haru mendalam seperti terkuak kembali, demi menatap Ciliwung. Menatap Baret Merah. Duduk di café tepi Ciliwung.

"Rasanya baru kemarin kami bercengkerama di sini dengan…,” tutur Hasan dengan suara dalam.

Memori Hasan dan Rafael tertuju pada dua sosok yang sama: Doni Monardo dan Putu Danny.

Dua orang yang begitu lekat dan dekat di hati mereka. Bahkan di hampir sepanjang karier mereka di militer, hingga maut memisahkan.

Letjen TNI Doni Monardo, abituren Akmil 1985, adalah Danjen Kopassus 2014 – 2015.

Pada 1998, Doni adalah Danyon 11 Grup 1 Kopassus Serang Banten berpangkat Mayor dan Hasan komandan kompi 113 Kalajengking berpangkat Letnan Satu.

Halaman
1234

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan