Selasa, 5 Mei 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Global Views

Operasi Bom Pager Lebanon dan Kejahatan Perang Israel

Setidaknya 20 orang tewas dan mendekati 3.000 orang lainnya luka ringan hingga berat di seantero Lebanon sejak Selasa (17/9/2024).

Tayang:
Editor: Setya Krisna Sumarga
AFP/ANWAR AMRO
Ambulans dikelilingi oleh orang-orang di pintu masuk Pusat Medis Universitas Amerika di Beirut, pada 17 September 2024, setelah ledakan menghantam lokasi di beberapa benteng Hezbollah di sekitar Lebanon di tengah ketegangan lintas batas yang sedang berlangsung antara Israel dan pejuang Hezbollah. - Ratusan orang terluka ketika perangkat pemanggil anggota Hezbollah meledak secara serentak di seluruh Lebanon pada 17 September, dalam apa yang menurut sumber yang dekat dengan gerakan militan tersebut sebagai "pelanggaran Israel" terhadap komunikasinya. (Photo by Anwar AMRO / AFP) 

Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah serangan bom pager ini berdampak signifikan bagi Hizbullah? Seberapa besar perang Israel-Lebanon akan berkobar? 

Kita kembali ke soal pager atau beeper. Banyak di antara generasi sekarang tidak tahu lagi atau mengenali apa itu alat komunikasi mini ini.  

Pager yang ditemukan meledak di Lebanon pada Selasa (17/9/2024)
Pager yang ditemukan meledak di Lebanon pada Selasa (17/9/2024) (X/Twitter)

Pager atau radio panggil adalah alat komunikasi yang populer pada tahun 90-an, yang dipakai untuk mengirim dan menerima pesan pendek.

Beberapa orang juga menyebutnya dengan istilah beeper karena suara khasnya. Pager umumnya memiliki bentuk persegi panjang dan berukuran sangat kecil.

Karena ukurannya yang mungil tersebut, membuatnya bisa ditenteng ke mana saja, dimasukkan saku, tas, atau diselipkan di sabuk pinggang.

Selain itu terdapat layar minimalis yang berfungsi untuk menampilkan pesan. Cara kerja dari pager berdasarkan prinsip kode sinyal radio pada frekuensi tertentu yang ditransmisikan melalui suatu provider.

Pager awalnya ditemukan tahun 1956 oleh Multitone Electronic. Kala itu, pager banyak dipakai oleh kalangan dokter yang sedang bertugas dalam kondisi darurat.

Sistem pager/radio panggil tidak hanya digunakan di area rumah sakit saja melainkan juga menyebar ke seluruh wilayah negara.

Proses pengiriman pesan menggunakan pager bisa dibilang sedikit ribet. Sebelum Anda mengirim pesan, Anda harus terlebih dulu menghubungi operator pager dengan menggunakan telepon.

Saat terhubung dengan operator, biasanya akan diminta nomor ID pager yang dituju. Selanjutnya Anda diminta untuk mengucapkan pesan yang akan disampaikan pada operator.

Setelah itu operator akan mengulangi pesan yang Anda ucapkan sebelum akhirnya dikirim ke pager tujuan.

Lambat laun, pager kemudian berkembang dan diminati banyak orang terutama yang membutuhkan informasi cepat.

Bermula dengan beroperasi pada frekuensi AM, pager lalu berganti ke saluran FM sehingga dapat dipakai dimana-mana.

Bahkan, sistem pager/ radio panggil ini juga sempat menjadi layanan telepon lokal dan internasional sebelum adanya telepon seluler.

Sayangnya, pengiriman pesan melalui pager dapat disadap radio panggil lainnya. Sehingga besar kemungkinannya untuk disalahgunakan, baik penjahat maupun penegak hukum.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved