Tribunners / Citizen Journalism
Jabatan Kepala Sekolah: Antara Administrasi dan Jiwa Besar
Seorang kepala sekolah ideal sangat diharapkan berjiwa besar, rela berkorban demi kemajuan anak didik dan rekan guru
Di sisi lain, proses pelatihan dan kaderisasi kepala sekolah juga harus melampaui aspek teknis. Proses tersebut dapat membentuk pemimpin yang berani bertanya, “Untuk siapa saya memimpin?”, bukan hanya, “Bagaimana saya memimpin?”.
Inilah yang akan membedakan pemimpin yang sekadar mengatur dari pemimpin yang menginspirasi dan membentuk masa depan.
Sebagai catatan akhir kepala sekolah bukan semata jabatan administratif. Ia merupakan penjaga martabat profesi guru, penentu arah sekolah, dan penyambung harapan masa depan anak bangsa.
Maka, seleksi dan pembinaan kepala sekolah dapat memantulkan atau menggambarkan nilai-nilai luhur kepemimpinan sejati, yaitu keberanian moral, visi pendidikan, kerendahan hati, dan jiwa pengorbanan.
Kriteria administratif adalah awal yang baik. Namun untuk menghasilkan pemimpin sejati, kita dalam hal ini pemerintah atau pengurus yayasan dan guru perlu melangkah lebih dalam—menuju pemahaman bahwa menjadi kepala sekolah adalah panggilan hidup, bukan sekadar promosi karier.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Odemus-Bei-Witono122.jpg)