Blog Tribunners
Ahli Gizi IPB: Hindari Mie Instan dan Nasi Bersamaan, Perbanyak Sayur dan Protein
Konsumsi mi instan plus nasi dapat picu obesitas dan gangguan metabolik, pahami risiko dan alternatif menu seimbang.
Seperti perhitungan ini.
Konsumsi 150 gram nasi dan 100 gram mi menghasilkan ±401 kkal energi, ±82 g karbohidrat, ±7 g protein, dan ±2 g lemak.
“Kandungan ini tidak seimbang dan jauh dari konsep ‘Isi Piringku’, yakni 50 persen sayur dan buah, serta 50 persen sisanya gabungan karbohidrat dan protein,” jelasnya.
.Konsumsi nasi dan mie bersamaan dan terus menerus bisa memicu berbagai gangguan metabolik seperti obesitas, resistensi insulin, dislipidemia, dan bahkan inflamasi kronis.
Di sisi lain, tubuh akan kekurangan asupan protein dan lemak sehat sehingga dapat menyebabkan rendahnya hormon pengatur nafsu makan seperti leptin dan peptida YY.
Dampaknya, rasa lapar berulang, mengarah pada konsumsi kalori berlebih (overeating), terutama dari sumber karbohidrat sederhana.
Tanpa menumpuk karbohidrat, menu berikut ini bisa jadi alternatif untuk mengenyakan.
Seperti kombinasi nasi setengah porsi dengan lauk (hewani dan nabati) serta sayur; ubi rebus dengan sumber protein hewani (misal telur), protein nabati (misal kacangan-kacangan) dan sayuran; atau menu rendah karbohidrat seperti mi shirataki dengan sumber protein ditambah sayuran.
Pastikan karbohidrat tidak lebih dari seperempat bagian piring dan lengkapi dengan protein, lemak sehat, serta serat dari sayuran dan buah.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mie-instan-1.jpg)