Tribunners / Citizen Journalism
Fatal Shooting Depok: Bias Aparat dan Penyimpangan Tugas Polisi yang Tak Bisa Dibiarkan
Dua polisi Depok ditempatkan di Propam usai fatal shooting, sorotan publik tajam soal bias dan penyimpangan aparat.
Reza Indragiri Amriel
Konsultan Yayasan Lentera Anak
Ahli Psikologi Forensik
Tempat/Tanggal Lahir
Jakarta, Indonesia 19 Desember 1974 (umur 50)
Riwayat Pendidikan
Universitas Gadjah Mada
Universitas Melbourne
Pekerjaan
Dosen
Saya menyoroti dua anggota Polres Metro Depok yang menembak dua pemuda terduga pelaku tawuran di Sukmajaya, Depok, Jawa Barat pada Agustus 2025.
Mereka ditempatkan di penempatan khusus (passus) Propam Polda Metro Jaya.
Reasonable fear bisa menjadi pembenaran bagi polisi untuk melakukan penembakan.Yakni, ketika polisi berhadapan dengan ancaman yang nyata-nyata dapat membahayakan nyawa si personel polisi.
Tapi karena--kata Humas Polda--remaja tersebut "melarikan diri", maka bagaimana mungkin posisi si remaja yang menjauh itu justru membuat polisi merasa takut? Sulit diterima nalar.
Kalau si remaja mendekat apalagi menyerbu ke polisi, barulah polisi bisa merasa takut. Kalau si remaja kabur, justru dia--bukan polisi--yang takut.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ahli-psikologi-forensik-reza-indragiri-amriel-3-1-2021.jpg)