Senin, 15 Juni 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Satgas PKH dan Momentum Kepercayaan Publik di Era Digital

Satgas PKH serahkan Rp 6,6 triliun, viral 54 juta kali di Tiktok, banjir dukungan publik digital.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Glery Lazuardi
BPMI Setpres
RAMPASAN SATGAS PKH - Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara dan penagihan denda administratif oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), di Jakarta pada hari ini, Rabu (24/12/2025). Total kerugian negara yang bisa dikumpulkan oleh Satgas PKH yakni senilai Rp Rp 6.625.294.190.469,74. 

Dudy Rudianto 

Pendiri firma analitik Big Data Evello

Information Technology Programmer

Big Data Evello menganalisa konten di media sosial terkait Satgas PKH dan penyerahan uang ke negara Rp 6,6 T

Momentum kepercayaan publik di era digital terbangun ketika Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyerahkan Rp 6,6 triliun ke negara, memicu gelombang dukungan, sebaran ratusan ribu video, dan percakapan positif yang menguatkan legitimasi kepemimpinan.

Satgas PKH melakukan penyerahan hasil penguasaan kembali kawasan hutan tahap V dengan total luas mencapai 893.002,38 Hektare (Ha) dan uang hasil penagihan denda administratf kehutanan senilai Rp 2.344.965.750.000 di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu 24 Desember 2025.

Penyerahan uang negara dan penguasaan kembali hutan tidak hanya dilakukan secara formal, tetapi juga terdokumentasi dan tersebar luas di platform digital.

Publik bisa menyaksikan langsung, sehingga legitimasi terasa nyata.

Momentum ini lahir karena aksi nyata negara bertemu dengan amplifikasi digital.

Transparansi, partisipasi, dan viralitas menciptakan legitimasi baru: kepercayaan publik yang dibangun bukan hanya lewat institusi formal, tetapi juga melalui interaksi masif di ruang digital.

Percakapan publik juga mengaitkan uang yang disita dengan bencana ekologis, menuntut agar dana digunakan untuk korban.

Artinya, digital menjadi ruang artikulasi aspirasi dan kontrol sosial.

Jika melihat aktivitas di media sosial, Presiden Prabowo Subianto dan Satgas PKH banjir dukungan warga Tiktok Indonesia setelah mengembalikan uang negara sebesar 6,6 triliun. 

Hal ini terungkap setelah Evello melakukan analitik di platform Tiktok sejak 24  hingga 25 Desember. 

Penyerahan uang 6,6 triliun oleh satgas PKH ke negara ditonton warga Tiktok hingga 54 juta kali. 

Interaksi yang tercipta mencapai 1,9 juta kali yang menunjukkan besarnya animo publik melalui platform Tiktok.

Dukungan itu juga terlihat dari semangat warga Tiktok Indonesia untuk menyebarkan video-video tiktok ke berbagai platform. 

Dari analitik ini, ditemukan total sebaran video keberhasilan Satgas PKH dari tiktok berbagai platform mencapai 212 ribu. 

Selain besarnya sebaran, Evello juga melihat adanya temuan menarik yaitu sebaran dari Tiktok ke Whatsapp mencapai 21 ribu dan bahkan warga Tiktok juga ramai mengunduh video-video Tiktok tentang kerja Satgas PKH sebanyak 44 ribu unduhan” terangnya lebih lanjut. 

Warga Tiktok juga ramai berkomentar tentang keberhasilan ini. Jumlah percakapan kata Dudy mencapai 93 ribu komentar dengan beragam topik. 

Dari pendalam terhadap interaksi yang ada, Evello mendeteksi adanya 65 persen percakapan yang memberikan apresiasi terhadap penegakan hukum dan legitimasi kepemimpinan, baik terhadap Presiden Prabowo dan Satgas PKH

Pada kelompok percakapan ini, tak jarang mereka memanggil Jaksa Agung dengan sebutan sebagai Mas Adam.

Dari 65 persen percakapan positif tersebut, sebanyak 15?hkan meminta agar Presiden dan Satgas PKH menghukum siapa saja orang-orang yang berada dibalik korporasi tersebut. 

Mereka bahkan meminta agar Satgas PKH membuka terang-benderang siapa saja orang dibalik uang yang disita tersebut.

Ketika ditanya tentang topik percakapan lainnya, sebanyak 20 persen percakapan mengarah pada hubungan bencana ekologis dari kerusakan lingkungan dan desakan agar uangnya digunakan untuk membantu korban bencana di Sumatra. 

Kelompok pada percakapan ini bahkan menyebutkan jika uang 6,6 triliun belum sebanding dengan jatuhnya korban akibat bencana ekologis. 

Tak hanya percakapan positif,  juga menemukan 15?nderung negatif dan netral. 

Salah satu percakapan negatif adalah tumpukan uang yang dinilai sebagai gimik, dan harapan agar uang disita dapat digunakan untuk perbaikan ekonomi rakyat kecil

Sesuai Minatmu

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
Live
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved