Selasa, 14 April 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Selamat Jalan Sang Arsitek Peradaban: Mengenang Prof KH Amal Fathullah Zarkasyi

Prof. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, pilar Gontor dan pendidik revolusioner, wafat tinggalkan warisan pendidikan Islam.

Editor: Glery Lazuardi
HO/IST
KH Imam Jazuli Lc., MA 

KH Imam Jazuli Lc., MA 

Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia 

Lahir di Cirebon, 17 November 1976. 

S3, Dept. International Strategic Studies, Universiti Malaya, Malaysia. 

Aktif menulis di berbagai media nasional 

Dunia pendidikan Islam Indonesia hari ini berduka hebat. Langit Pondok Modern Darussalam Gontor meredup seiring berpulangnya sosok pendidik revolusioner, Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi.  

Almarhum bukan sekadar pengasuh; beliau adalah jembatan tradisi dan modernitas, Profesor pertama dari rahim keluarga besar Gontor yang mendedikasikan hidupnya untuk memastikan nilai-nilai kepesantrenan tetap relevan di puncak intelektualitas dunia. 

Kontribusi beliau dalam membumikan nilai-nilai Gontor, yang bertumpu pada keikhlasan, kejujuran, dan kesederhanaan, telah mencetak ribuan generasi yang tersebar di seluruh penjuru negeri, mengabdikan diri untuk agama, bangsa, dan umat. 

Sebagai profesor pertama dalam sejarah keluarga Gontor, beliau memadukan kedalaman ilmu agama dengan wawasan akademis modern, menghasilkan kurikulum pendidikan pesantren yang relevan, adaptif, dan berdaya saing global, namun tetap kokoh pada prinsip-prinsip dasar pesantren. 

Salah satu misi terbesarnya adalah mendesiminasikan model pendidikan Gontor ke berbagai pesantren di Indonesia. Beliau percaya bahwa metode Gontor adalah solusi untuk menciptakan generasi yang mandiri, berintegritas, dan siap memimpin. Bagi almarhum, l "muamalah" atau interaksi dan penerapan kurikulum menjadi simpel, tidak rumit, karena didasari oleh niat tulus untuk kemajuan pendidikan Islam. 

Kehilangan almarhum adalah kehilangan seorang nakhoda yang memandu arah pendidikan pesantren menuju masa depan yang visioner dan memiliki tekad yang tinggi;  bagaimana membumikan kurikulum Gontor agar menjadi ruh bagi pesantren-pesantren di seluruh pelosok negeri. Di tangan almarhum, urusan muadalah (penyetaraan) menjadi sederhana, karena baginya, yang terpenting adalah penyebaran ilmu, bukan birokrasi yang membelenggu. 

Kepergian almarhum meninggalkan luka yang mendalam bagi saya pribadi dan keluarga besar Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA). Masih terekam jelas dalam ingatan saat beliau melangkahkan kaki bersilaturahmi ke BIMA. Kedatangannya bukan sekadar kunjungan formal, melainkan sebuah restu dari seorang ayah kepada anaknya. 

Meskipun saya secara formal hanya mengenyam pendidikan di Gontor kurang dari satu bulan, ikatan batin saya dengan "Ibu Kandung" Gontor tak pernah putus. Kelima putra-putri saya pun saya titipkan di Gontor. Di BIMA, detak jantung Gontor berdenyut kencang; dari 300 pengajar kami, 62 di antaranya adalah alumni Gontor. Bahkan, nafas organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler kami banyak terinspirasi dari disiplin Gontori. 

Sambil menatap lingkungan BIMA dengan pandangan visionernya, beliau berceletuk lembut namun penuh penekanan:
"Dari 5000an santri di BIMA, setidaknya buatlah satu kelas khusus, minimal 50 orang, yang menggunakan kurikulum Gontor secara murni." Itu bukan sekadar saran, itu adalah amanah. Beliau ingin Gontor tidak hanya menjadi menara gading di Ponorogo, tetapi menjadi benih yang tumbuh subur di ladang-ladang pendidikan lain, termasuk di Bina Insan Mulia. 

Di depan ribuan santri BIMA, beliau berdiri dengan wibawa seorang Profesor namun dengan kerendahan hati seorang santri. Beliau menitipkan tiga pilar yang kini menjadi jimat bagi kami: Keikhlasan, Kejujuran, dan Kesederhanaan. 

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved