Minggu, 12 April 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Program Makan Bergizi Gratis

Makan Bergizi Gratis dan Harapan Masyarakat Indonesia

Program Makan Bergizi Gratis ini pun berdampak sistemik terhadap kehidupan warga bukan hanya pada bagian peningkatan mutu dan kualitas SDM

|
Editor: Eko Sutriyanto
Dok Badan Gizi Nasional
PROGRAM MBG - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu Posyandu di Kota Padang, Sumatra Barat, 1 Oktober 2025. 
profile tribunners
PROFIL PENULIS
dr Taupan Ichsan Tuarita
Dosen Fakultas Kedokteran UPN/Tim Pelaksana Implementasi Indeks Bela Negara UPN Veteran Jakarta

SALAH satu Tujuan dari didirikannya dan dibentuknya Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” sesuai yang tertera pada Alinea ke IV Pembukaan UUD NKRI. 

Amanah Konstitusi tersebut menegaskan dan melegitimasi bahwa mencerdaskan Kehidupan Bangsa adalah tanggung jawab rasional dan moral bagi Pemerintah Indonesia.

Pendidikan adalah Hak Dasar yang wajib dipenuhi oleh Negara sebagai bagian dari upaya untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Bangsa.

Pendidikan menjadi instrumen penting dalam menggapai tujuan Negara dan sebagai pijakan bagi Pemerintah untuk menegasikan bahwa tidak ada Negara yang maju tanpa diiringi dengan kemampuan kecerdasakan warga Negaranya.

Tentu hal yang substansial adalah mekanisme pelaksanaan ataukah bentuk implementasi dari amanah konstitusi tersebut.

Hal inilah yang menjadi fokus utama bagi Pemerintah baik itu Eksekutif maupun Legislatif untuk berkolaborasi mewujudnya cita dari para Founding Father bangsa Indonesia yang termaktub dalam Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Namun, dalam histografi perjalanan bangsa Indonesia seringkali terjebak pada proses mencerdaskan kehidupan bangsa hanya sebatas pada sistem pendidikan dan juga kemampuan tenaga pendidik.

Benar bahwa itu hal yang penting namun ada hal yang lebih urgen dari hal tersebut yakni kesiapan peserta didik dalam menerima sistem dan urgensi pendidikan di Indonesia.

Hal inilah yang menjadi salah satu sumber masalah dalam progresivitas dalam mewujudkan Cita Mencerdaskan Kehidupan Bangsa.

Baca juga: Ini Menu MBG yang Diperbolehkan dan Tidak Boleh Disajikan Selama Bulan Ramadan

Prabowo dan Asta Cita

Indonesia sedang memasuki babak baru dalam perjalanan sejarah kebangsaannya.

Indonesia dibawah kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai Presiden periode 2024–2029 membawa sebuah visi pembangunan yang terangkum dalam delapan Asta Cita.

Asta Cita tentunya bukan hanya sekedar kiasan kata dan juga janji Politik Prabowo. Ini merupakan landscap dari upaya Prabowo membawa Indonesia menjadi sebuah bangsa yang berkeadilan, makmur dan memiliki daya saing secara global.

Terminologi dari Asta Cita ini tentunya berkaitan dengan visi Indonesia kedepannya khususnya pada tahun 2045 yang menginginkan Indonesia menjadi salah satu Negara maju dan memiliki power dalam menentukan arah kebijakan global.

Dalam mengimplementasikan Asta Cita, Pemerintah Indonsia dibawah Komando Prabowo melakukan sebuah kebijakan tak lazim layaknya rezim pemerintahan sebelum-sebelumnya.

Kebijakan Pemerintah khususnya dalam hal cita Mencerdaskan Kehidupan Bangsa tidak lagi terfokus dan ber’orientasi pada pembangunan infarstruktur dan juga peningkatan kualitas tenaga pendidik, namun langsung menyentuh pembangunan suprastruktur peserta didik melalui peningkatan kulitas gizi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Peningkatan Kualitas SDM

Salah satu program unggulan Pemerintahan Presiden Prabowo adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Dasar hukum utama Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional (BGN), yang menetapkan BGN sebagai lembaga penanggung jawab.

Program ini didukung pula oleh Perpres Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Program MBG dan UU APBN 2026 yang mengatur pendanaannya.

Program Makan Bergizi Gratis ini pun berdampak sistemik terhadap kehidupan warga bukan hanya pada bagian peningkatan mutu dan kualitas SDM tetapi juga membuka lapangan kerja bagi warga sebagai bentuk dari pemerataan lapangan kerja di Indonesia. Program MBG yang bersentuhan langsung dengan warga meliputi:

1.    Pemenuhan gizi langsung untuk Anak usia sekolah, Ibu Hamil dan Ibu menyusui.

Program ini sangat relevan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi dan menuntaskan angka stunting di Indonesia. Melalui program MBG, kualitas gizi anak akan terjamin baik selama dalam kandungan, proses menyusui hingga mengeyam pendidikan di sekolah.

Program MBG juga mengarahkan pada peningkatan kualitas daya pikir dan kesehatan anak sehingga dapat dengan mudah menyerap pembelajaran yang diajarkan di sekolah.

TINJAU MBG - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang dan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).
TINJAU MBG - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang dan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026). (Tribunnews.com/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz)

2.    Penyerapan tenaga kerja lokal yang bekerja di dapur (1 SPPG = 50 orang).

Salah  satu  misi  presiden Prabowo selama kepemimpinannya  adalah mengurangi angka kemiskinan.

Hadirnya MBG membuka peluang besar bagi masyarakat untuk memasuki dunia kerja.

Efektivitas dari pemerataan tenaga kerja tentunya berimplikasi terhadap perputaran ekonomi baik dalam skala daerah hingga skala nasional.

Data statistik menunjukkan pada tahun 2026,

program MBG telah menyerap satu juta tenaga kerja yang mengelola dapur penyedia makanan bergizi.

3.    Pemberadayaan pengusaha lokal mulai dari kontraktor rehab, renovasi bangunan, pedagang bangunan, supalyer sayuran, makanan sampai pedagang buah.

Program MBG juga memberikan dampak kepada pengusaha lokal dan juga pedagang. Hadirnya MBG membuka peluang bagi kontraktor lokal untuk menawarkan jasa dalam hal rehabilitasi dan renovasi bangunan.

Selain itu, pedagang-pedagang pasar dan juga suplayer buah hingga sayuran pun terkena dampak positif dengan hadirnya MBG.

Para pedagang setidaknya mendapatkan keuntungan dari kerjasama yang terbangun antara pengelolan MBG dengan para pedagang.

Hal ini memacu pertumbuhan dan pendapatan ekonomi para pedagang yang semakin meningkat.

Progresivitas dari Makan Bergizi Sehat ini per tahun 2026 telah mencakup 60 juta pemerima manfaat dengan sebaran dapur produksi mencapai 22.275 SPPG yang beroperasi.

Tingkat kepuasan atas program MBG ini mencapai 72,8 persen. Dari data tersebut menegaskan bahwa program MBG Prabowo-Gibran telah menyentuh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang membutuhkan.

Dalam konteks peningkatan kualitas SDM, hal yang mendasar dan fundamental adalah berkaitan dengan pendidikan dan juga kesehatan.

Singkronisasi antara Pendidikan dan Kesehatan sangatlah penting karena ini menjadi prototype masa depan bangsa Indonesia.

Program MBG sebagai alas pacu dalam Asta Cita Indonesia memberikan efek signifikan dan tentunya menjadi simbol dari upaya Pemerintah dalam memberantas Kemiskinan dan Kebodohan di Republik Indonesia.

Terminologi Kesehatan disini bukan hanya berkaitan dengan kesehatan anak khususnya peserta didik dalam mengeyam pendidikan, namun mencakup keseluruhan mulai dari ketika Ibunya mengandung, menyusui hingga anak tersebut melakukan aktivitas dan rutinitas di sekolah.

Hal ini pun berdampak pada berkurangnya angka stunting yang selama ini menjadi problem besar di republik ini.

Harapan Masyarakat Indonesia

Pemerintah dibawah rezim Kepemimpinan Prabowo telah membangun sebuah prototype masa depan Indonesia dengan mengedepankan pembangunan Suprastruktur melalui program MBG. Tentu ini menjadi secercah harapan bagi masyarakat Indonesia untuk tetap tumbuh dan memiliki daya saing secara global.

Kita tentu menginginkan Indonesia sampai pada titik dimana cita dari para pendiri bangsa dapat terealisasikan.

Menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat dan memiliki standar moral serta kemampuan intelejensia yang merata dan berkeadilan. 

Indonesia adalah sebuah Negara Bangsa yang besar dan memiliki kekayaan yang melimpah. Kekayaan tersebut mestinya dikelola oleh anak bangsa dan ini menjadi tugas kita bersama agar kedepan bangsa Indonesia mampu menjadi bangsa yang mandiri serta Berdikari.

MBG adalah landasan pacu bagi generasi sekarang dan yang akan datang dalam tahapan pembangunan Nasional.

Dengan program MBG ini, masyarakat berharap agar kualitas kesehatan dan juga pendidikan di Indonesia menghasilkan outcam Manusia Unggul dan memiliki daya saing demi Masa Depan Indonsia.

 

 

Sumber: Tribunnews.com

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved