Tribunners / Citizen Journalism
Kerusuhan di Meksiko
Indonesia Wajib Belajar dari Meksiko, Kuasa Negara Hadapi Kartel Narkoba
Tewasnya El Mencho tegaskan kuasa negara Meksiko. Indonesia perlu belajar agar tak terjerumus dalam krisis narkoba serupa.
Kemiskinan yang akut di mayoritas negara-negara bagian Meksiko membuat para perekrut dari kartel narkoba mudah mempengaruhi para pemuda pengangguran dengan iming-iming pendapatan yang lebih besar dan kesempatan ekonomi yang lebih baik dari pekerjaan legal yang disediakan oleh pemerintah.
Keuntungan finansial yang besar yang berhasil dikeruk oleh kartel disisihkan untuk menyuap polisi, hakim, jaksa, dan pejabat pemerintahan di tiap-tiap negara bagian sebagai jaringan perlindungan informal bagi bisnis mereka.
Hal ini menyebabkan kerusakan sistemik yang sangat parah dalam proses penegakan hukum di Meksiko dan menjadi faktor pendukung eksisnya kartel narkoba tanpa tersentuh oleh hukum.
Studi komparatif mafia Italia
Apabila dilakukan studi komparatif tentang jaringan kejahatan transnasional global, apa yang terjadi Meksiko setali tiga uang dengan apa yang terjadi di Italia-negara yang dikenal dengan para mafianya.
Munculnya kelompok mafia di Italia seperti Cosa Nostra yang menguasai Sisilia, ‘Ndragheta yang menguasai Calabria, Camora di Napoli, serta Sacra Corona Unita di Puglia, disebabkan oleh lemahnya penegakan hukum di masyarakat.
Yang menjadi pembeda, kelahiran kelompok-kelompok mafia kuat tersebut terjadi pada masa Italia berada di bawah penjajahan asing seperti Spanyol dan Prancis, yang mana masyarakat Italia pada masa itu lebih percaya dan merasa dilindungi oleh kelompok mafia lokal ketimbang aparat pemerintahan yang dijalankan oleh asing. Yang menjadi fatalisme, situasi ini masih bertahan hingga rezim pemerintahan modern Italia saat ini.
Aparat keamanan Italia menjadi kesulitan untuk memberantas praktik mafia karena mereka menjalin kohesi sosial yang kuat dengan masyarakat lokal di masing-masing wilayah.
Kembali pada sirkumstansi yang terjadi Meksiko saat ini bahwa tewasnya El Mencho yang menjadi sumber kecemasan masyarakat Meksiko selama ini merupakan sinyalemen kuat kehadiran negara dalam melindungi warga negaranya.
Pemerintah Meksiko seperti hendak menyampaikan pesan bahwa kuasa negara merupakan otoritas yang ada dan hadir untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam menegakkan hukum terhadap seluruh warga negara.
Segala bentuk pelanggaran hukum positif akan mendapatkan konsekuensi hukum tanpa kecuali. Penangkapan yang berujung tewasnya El Mencho juga menyiratkan pesan lain bahwa Pemerintah Meksiko berupaya keras untuk mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih, jauh dari anasir-anasir oknum pemerintah dan aparat penegak hukum yang selama ini mempraktikkan korupsi dan kolusi, serta menjadi budak kuasa kartel narkoba.
Bagi Indonesia, sebuah negara yang berkomitmen untuk menjadi negara yang berdaulat secara politik dan mandiri secara ekonomi, serta melejit sebagai kekuatan global pada masa mendatang, apa yang terjadi di Meksiko dapat dijadikan sebagai sebuah pembelajaran.
Jika merujuk pada data Badan Narkotika Nasional (BNN), Indonesia telah dijadikan sebagai target perdagangan narkoba oleh jaringan kejahatan transnasional. Jalur masuk narkoba tersebut didominasi oleh jalur transportasi udara dan laut.
Dari jalur udara, para pengedar narkoba mayoritas berasal Belanda, Brazil, Hongkong, serta negara-negara tetangga di Asia Tenggara-Kamboja, Malaysia, dan Singapura. Dari jalur laut, para penyelundup narkoba transnasional masuk dari jalur-jalur sempit minim pengawasan di wilayah Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua.
Atensi bagi Indonesia
Betul bahwasanya Indonesia belum terjerumus pada praktik narkoba skala besar dan global seperti yang terjadi di Meksiko ataupun Italia. Namun demikian, dengan okupasi kapasitas demografi sebesar 280 juta penduduk, Indonesia merupakan prioritas utama kejahatan narkoba transnasional untuk dijadikan sebagai pangsa pasar.
Hal ini berkelit kelindan dengan berbagai persoalan ekonomi mendasar yang masih harus dibenahi secara bersama oleh pemerintah pusat dan daerah terkait angka pengangguran, tingkat kemiskinan, ketersediaan lapangan pekerjaan bagi generasi muda, serta kesadaran hukum yang belum terbangun dengan baik.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kerusuhan-di-Meksiko-OK.jpg)