Sabtu, 11 April 2026

Blog Tribunners

Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo dan Meluruskan PDIP Soal Anggaran MBG

Meluruskan PDIP soal anggaran MBG di APBN 2026, sikap resmi partai dan komitmen pemerintahan Prabowo pada pendidikan.

ist
PROGRAM MBG - Meluruskan PDIP soal anggaran MBG di APBN 2026, sikap resmi partai dan komitmen pemerintahan Prabowo pada pendidikan. 

Bila dibandingkan dengan realisasi anggaran pendidikan pada 2024 terjadi kenaikan sebesar 27,26 persen. Kenaikan tersebut cukup tinggi karena mencapai dua kali lipat dibandingkan anggaran pendidikan pada 2024 yang hanya naik 10,8 persen. 

Bahkan, bila yang dihitung dengan anggaran pendidikan outlook 2025 yang sebesar Rp690,1 triliun, kenaikannya juga masih tinggi yakni mencapai 21,3 persen.

Ketiga, perlu ditegaskan bahwa besarnya anggaran pendidikan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo karena memasukkan anggaran MBG ke dalam nomenklatur anggaran pendidikan. Hal tersebut bisa dilihat pada Lampiran VI Perpres Nomor 201 Tahun 2024 tentang Rincian APBN 2025, terdapat anggaran MBG sebesar Rp56,8 triliun.

Selanjutnya, pada tahun 2026, berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026, anggaran pendidikan direncanakan sebesar Rp769,08 triliun atau naik 11,44 persen dibandingkan anggaran pendidikan outlook 2025 yang sebesar Rp690,1 triliun. 

Kenaikan tersebut juga karena memasukkan anggaran MBG ke dalam nomenklatur anggaran pendidikan. Hal tersebut bisa dilihat pada Lampiran VI Perpres Nomor 118 Tahun 2025 tentang Rincian APBN 2026, terdapat anggaran MBG sebesar Rp223,55 triliun. 

Keempat, pada 2026 Kementerian/Lembaga telah mengalami efisiensi anggaran. Misalnya, anggaran Kementerian Keuangan berkurang dari Rp53,19 triliun pada 2025 menjadi Rp52,01 triliun pada 2026. Lalu, anggaran Kementerian Perhubungan juga berkurang dari Rp31,45 triliun menjadi Rp28,48 triliun. Serta, Kementerian Ketenagakerjaan berkurang dari Rp4,80 triliun menjadi Rp3,86 triliun. 

Dan Kelima, dalam rincian anggaran pendidikan, sejumlah kementerian/lembaga mendapatkan kenaikan anggaran yang signifikan. Seperti, anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bertambah dari Rp33,54 triliun pada 2025 menjadi Rp56,68 triliun pada 2026.

Lalu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bertambah dari Rp57,68 triliun pada 2025 menjadi Rp61,87 triliun pada 2026. Serta, Kementerian Agama naik dari 65,92 triliun menjadi Rp75,62 triliun. 

Komitmen Prabowo

Presiden Prabowo Subianto berpandangan salah satu hal yang menyebabkan belum berkembangnya kualitas anak-anak Indonesia karena belum tercukupinya gizi untuk para siswa sekolah. Data menunjukkan, sebanyak 60 persen anak berangkat ke sekolah dalam kondisi belum sarapan.

Anak yang belum sarapan akan mengalami kendala dalam menyerap pelajaran di sekolah. Tanpa sarapan, anak akan kekurangan energi sehingga menyebabkan sulit berkonsentrasi dan cepat lelah. Selain itu, anak yang lapar cenderung memiliki daya ingat yang lemah. 

Menyikapi kondisi tersebut, Presiden Prabowo Subianto menjadikan program MBG sebagai salah satu program prioritas, dalam rangka untuk memenuhi gizi anak sekolah, termasuk balita dan bayi yang masih dalam kandungan. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mendukung kemampuan anak dalam menyerap pelajaran di sekolah. 

Sehingga, sangat tepat jika anggaran MBG dimasukkan dalam nomenklatur anggaran pendidikan, karena tujuan MBG adalah untuk mengoptimalkan tercapainya target pembangunan di bidang pendidikan, yaitu terwujudnya manusia Indonesia yang cerdas, unggul, dan berdaya saing global.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved