Selasa, 19 Mei 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Iran Vs Amerika Memanas

Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS–Israel: Simbol Perlawanan terhadap Hegemoni Global

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan AS-Israel, Iran berkabung 40 hari, konflik kawasan kian memanas.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Kremlin
KHAMENEI TEWAS - Ali Khamenei semasa hidupnya dikenal sebagai simbol perlawanan terhadap hegemoni global, wafat dalam serangan militer AS–Israel. 
profile tribunners
PROFIL PENULIS
Dewan Pimpinan Pusat Ahlulbait Indonesia
Ahlulbait Indonesia (ABI) adalah organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia yang berfokus pada pengenalan dan dakwah ajaran serta kecintaan kepada keluarga Nabi Muhammad SAW (Ahlulbait) berdasarkan mazhab Syiah. ABI aktif dalam kegiatan pendidikan, keagamaan, sosial, dan mempromosikan persaudaraan Islam, serta terdaftar resmi sebagai ormas

PEMIMPIN TERTINGGI IRAN, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel ke negaranya.

Media resmi Iran, IRNA dan Fars, menyebut Khamenei wafat di kantornya saat sedang menjalankan tugas pada Sabtu (28/2) pagi.

Dilansir Al-Jazeera, Minggu (1/3/2026), pemerintah Iran telah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Hingga kini, belum ada detail lebih lanjut mengenai kronologi pembunuhan yang diumumkan secara resmi.

Serangan rudal AS dan Israel sejak Sabtu menargetkan sejumlah lokasi strategis di Iran.

Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke Israel serta ke beberapa negara Arab yang menampung pasukan AS, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait.

Presiden AS Donald Trump kemudian mengumumkan kematian Khamenei. Ia menyebut Khamenei sebagai “salah satu orang paling jahat.”

Kematian Khamenei menandai eskalasi besar dalam konflik kawasan, dengan potensi dampak geopolitik yang meluas di Timur Tengah dan dunia internasional.

Simbol Perlawanan Bagi Hegemoni Global

Kami menyatakan duka mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang disebut gugur dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada 11 Ramadan 1447 H atau 1 Maret 2026.

Kami menyebut peristiwa tersebut sebagai kehilangan besar bagi umat Islam serta kekuatan-kekuatan yang selama ini konsisten menentang hegemoni global.

Kesyahidan Imam Ali Khamenei merupakan kehilangan besar bagi umat Islam dan seluruh kekuatan yang konsisten menentang hegemoni global. 

Khamenei bukan sekadar pemimpin politik, melainkan simbol keteguhan prinsip, konsistensi ideologis, serta keberanian dalam menghadapi dominasi kekuatan global, khususnya Amerika Serikat dan Israel.

Kepemimpinannya disebut merepresentasikan garis perlawanan yang menegaskan kemandirian dan martabat bangsa.

Kami memandang serangan terhadap pemimpin negara berdaulat sekaligus rujukan keagamaan bagi jutaan umat sebagai kejahatan politik yang mencederai prinsip kedaulatan negara dan norma dasar kemanusiaan. 

Serangan terhadap pemimpin negara berdaulat menjadi preseden berbahaya yang menggerus fondasi hukum internasional dan memperlihatkan praktik imperialisme modern dalam bentuk nyata.

Kami menegaskan bahwa sejarah Islam menunjukkan darah para syuhada tidak pernah memadamkan perjuangan.

Kesyahidan, menurut mereka, justru memperkuat tekad dan komitmen terhadap perjuangan melawan penjajahan serta pembelaan terhadap kaum tertindas. 

Kami menyampaikan empat poin sikap resmi menyusul peristiwa tersebut.

  • Pertama, memberikan penghormatan tertinggi kepada Khamenei sebagai “syahid umat” yang dinilai telah menunaikan amanah kepemimpinan dengan konsistensi dan keberanian.
  • Kedua, menegaskan sikap anti-penjajahan dan penolakan terhadap segala bentuk dominasi serta intervensi asing terhadap bangsa mana pun.
  • Ketiga, menyerukan konsolidasi solidaritas umat Islam, khususnya pengikut Ahlulbait di Indonesia, dengan memperkuat persatuan dan meningkatkan literasi politik di tengah dinamika global yang dinilai kian kompleks.
  • Keempat, mengajak penyelenggaraan majelis doa dan tilawah Al Quran selama tujuh hari sebagai bentuk penghormatan sekaligus penguatan spiritual.

Terakhir, kami memanjatkan doa agar seluruh amal dan perjuangan Khamenei diterima serta umat diteguhkan dalam melanjutkan perjuangan menegakkan keadilan dan martabat kemanusiaan.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved