Rabu, 29 April 2026

Tribunners / Citizen Journalism

ZIS: Jalan Sosial Membangun Kualitas Sumber Daya Manusia

 Zakat, infak dan sedekah (ZIS) merupakan bagian dari syariah Islam yang secara langsung mendorong terwujudnya pembangunan secara menyeluruh.

Tayang:
Editor: Choirul Arifin
HO
PENYALURAN ZAKAT - Penghimpunan zakat, infak dan sedekah (ZIS) sesungguhnya memiliki potensi besar sebagai instrumen pembangunan masyarakat. ZIS merupakan bagian dari syariah Islam yang secara langsung mendorong terwujudnya pembangunan secara menyeluruh. 

Pengakuan ini menunjukkan bahwa kerja dakwah bukan sekadar aktivitas keagamaan, tetapi juga bagian dari proses membangun manusia dan memberi makna pada kehidupan masyarakat.

Zakat pun memberikan porsi bagi mualaf, orang yang baru masuk Islam, untuk mendapat bagian dari zakat.

Laznas BMH bisa berkonsentrasi memberikan pendampingan dan pembinaan bagi mualaf, seperti suku Togutil di Halmahera, eks suku Baduy di Banten, suku Wana di Morowali Tengah, Suku Anak Dalam di Jambi dan suku Laut di Lingga, Kepulauan Riau.

Baca juga: Kemenag Ungkap Rp 473 Miliar Dana Zakat Disalurkan Selama Ramadan, Sasar 3 Juta Fakir Miskin

Fakta itu menunjukkan bahwa ZIS bisa ikut membangun manusia. Setidaknya mereka selamat dari buta huruf Al-Qur'an. Anak-anak mereka juga bisa mendapat akses pendidikan yang dibutuhkan. Bahkan lebih jauh, mereka tumbuh sebagai generasi yang dekat dengan literasi. 

Pembangunan manusia juga berkaitan erat dengan literasi. Meminjam bahasa dari pegiat literasi nasional, Maman Suherman, literasi itu bertujuan untuk to enlightment, to enrichment, to empowerment. Yakni mencerahkan, mencerdaskan dan memberdayakan.

Sumber Penguat Solidaritas

Ketika bencana terjadi, zakat, infak, dan sedekah sering menjadi garis depan dalam membantu para penyintas. Hingga Ramadhan 1447 H ini Laznas BMH tetap memberikan perhatian dan mengirimkan bantuan untuk warga penyintas bencana di Aceh Tamiang dan Tapanuli Tengah.

Beberapa program hadir sebagai solusi mendasar bagi warga. Misalnya dapur bahagia, program ini membantu warga yang telah lebih dari 4 bulan sejak bencana terjadi masih harus rela tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Dalam konteks sosial, ZIS secara langsung memberikan peran penting dalam menjaga rasa persaudaraan dan persatuan dengan menguatkan solidaritas.
Secara kehidupan berbangsa dan bernegara, ZIS memberi peran melengkapi peran negara dalam pembangunan. Kita tahu negara memang punya otoritas, tapi bagaimanapun anggaran, birokrasi dan jangkauan kadang tidak bisa semua dijangkau dengan cepat.

Dengan demikian semakin umat Islam sadar akan strategisnya amalan zakat, infak dan sedekah, semakin peran lembaga amil zakat terus meningkat.

Kolaborasi lembaga amil zakat dan pemerintah pun bisa semakin erat. Negara membangun sistem, masyarakat melalui lembaga amil zakat membangun kepedulian. 

Jika kesadaran ini tumbuh di tengah masyarakat, maka zakat, infak, dan sedekah bukan hanya menjadi ibadah individual. Ia akan menjadi energi sosial yang menguatkan pembangunan manusia dan memperkokoh peradaban bangsa.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved