Jumat, 17 April 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Mengurai Masalah Penyeberangan dan Krisis Transportasi Umum

Potensi jumlah kapal dan ketersediaan dermaga yang mumpuni di Pelabuhan Merak tampak tidak beroperasi secara optimal.

Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/HO
ANTREAN MENGULAR - Lonjakan kendaraan yang akan menyeberang ke Banyuwangi di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, pada arus mudik Lebaran 2026. 

Selain itu, penyediaan zona penyangga ( buffer zone ) yang memadai sebelum kendaraan memasuki area utama pelabuhan, agar antrean kendaraan tidak meluber dan memacetkan jalan nasional.

Pelabuhan Merak yang sepi

Pemandangan kontras terjadi pada arus mudik Lebaran 2026. Di saat Pelabuhan Gilimanuk terus dipadati antrean panjang kendaraan yang hendak menyeberang ke Jawa.

Sementara, Pelabuhan Merak justru terpantau relatif sepi. Hal ini, menunjukkan adanya pergeseran titik kepadatan yang signifikan tahun ini.

Pemandangan kontras terlihat di wilayah Banten pada puncak arus mudik 2026. Sementara dermaga di Pelabuhan Merak nampak melandai di paruh pertama hari, kondisi sebaliknya terjadi di Pelabuhan BBJ Bojanegara.

Antrean truk logistik terjebak dalam kemacetan panjang akibat penerapan aturan yang kurang fleksibel, sehingga menghambat distribusi barang di tengah prioritas angkutan penumpang.

Meskipun Pelabuhan Merak telah dikhususkan untuk kendaraan penumpang (mobil dan bus), sangat disayangkan infrastruktur dengan kapasitas besar ini belum difungsikan secara maksimal.

Potensi jumlah kapal dan ketersediaan dermaga yang mumpuni tampak tidak beroperasi secara optimal di saat titik penyeberangan lain justru mengalami kelumpuhan arus.

Berbeda dengan kondisi dua tahun lalu yang berdebu dan minim fasilitas peneduh, Pelabuhan Ciwandan kini tampil dengan wajah baru yang lebih siap melayani pemudik motor demi alasan keamanan di Lampung.

Sayangnya, kenyamanan infrastruktur ini belum sepenuhnya mampu memecah konsentrasi pemudik yang tetap lebih suka menyeberang pada malam hari, sehingga antrean panjang di gerbang masuk tetap menjadi pemandangan rutin saat hari puncak.

Baca juga: H-1 Lebaran 2026: Arus Mudik di Pelabuhan Merak Mulai Landai, 113 Ribu Orang Menyeberang

Berkat ketersediaan kapal pengangkut berkapasitas besar, pemudik sepeda motor tidak perlu menunggu terlalu lama di area tunggu Pelabuhan Ciwandan. Proses pemuatan ke dalam kapal berlangsung cepat, sehingga aliran kendaraan tetap terjaga.

Selain itu, fleksibilitas pengalihan rute ke Pelabuhan Panjang menjadi solusi cadangan yang efektif jika Pelabuhan Bakauheni telah mencapai titik jenuh, meskipun durasi perjalanan laut menjadi lebih lama.

Jika dibandingkan, lintasan Jawa–Sumatera memiliki fleksibilitas lebih tinggi berkat banyaknya pilihan pelabuhan operasional. Sebaliknya, penyeberangan Jawa–Bali tampak lebih berisiko karena hanya mengandalkan poros tunggal Ketapang–Gilimanuk.

Tanpa adanya pelabuhan alternatif yang sepadan, setiap lonjakan pemudik di jalur ini hampir dipastikan akan memicu antrean panjang yang sulit terurai.

Langkah PT ASDP memberlakukan tarif tiket tunggal sejak 2025 terbukti ampuh melancarkan arus di lintas Merak–Bakauheni. Kini, penumpang tidak lagi terpaku pada jenis kapal tertentu, yang secara otomatis mengurai sumbatan di area parkir dermaga. 

Baca juga: Toko Oleh-oleh Jalur Pantura Cirebon Diserbu Pemudik, Kerupuk Melarat Paling Laris

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved