Tribunners / Citizen Journalism
Dari Negeri Rempah Menuju Negara Besar
Kebangkitan modern adalah kemampuan sebuah bangsa menjaga kekayaannya sendiri hingga mengelola sumber dayanya sendiri,
Sebab menjadi negara besar membutuhkan syarat yang jauh lebih berat dibanding sekadar menjaga pertumbuhan ekonomi tahunan.
Indonesia harus mampu membangun kualitas manusianya secara serius. Pendidikan tidak boleh lagi sekadar menghasilkan lulusan administratif yang tertinggal dari perubahan zaman.
Negara harus melahirkan manusia yang menguasai teknologi, riset, industri, dan inovasi.
Korupsi dan ekonomi rente harus ditekan karena keduanya adalah kebocoran terbesar energi bangsa. Kepastian hukum harus diperkuat.
Kelas menengah harus dipulihkan karena merekalah fondasi konsumsi, investasi, dan stabilitas negara modern.
Di saat yang sama, percepatan investasi juga tidak boleh mengorbankan keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan.
Sebab sejarah dunia menunjukkan banyak negara tumbuh cepat, tetapi akhirnya rapuh karena merusak fondasi ekologinya sendiri.
Karena itu saya memandang pidato Presiden pada Hari Kebangkitan Nasional kali ini memiliki makna simbolik yang sangat kuat.
Kebangkitan pada abad ke-21 tidak lagi cukup dimaknai sebagai bebas dari penjajahan politik.
Kebangkitan modern adalah kemampuan sebuah bangsa menjaga kekayaannya sendiri, mengelola sumber dayanya sendiri, membangun industrinya sendiri, memperkuat manusianya sendiri, dan memastikan hasil pertumbuhan ekonomi benar-benar kembali kepada rakyatnya sendiri.
Dan mungkin di situlah pertanyaan terbesar yang sedang dihadapi Indonesia hari ini: Apakah bangsa ini akan terus menjadi tanah kaya yang menghidupi pusat-pusat kekuatan ekonomi dunia, atau akhirnya mampu berdiri sebagai kekuatan besar yang membangun kemakmurannya sendiri?
Jika arah kebijakan ini dijalankan dengan konsisten, disiplin, dan berani menghadapi berbagai kepentingan yang selama ini menikmati kebocoran ekonomi nasional, maka proyeksi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia pada 2050 mungkin bukan sekadar optimisme statistik.
Ia bisa menjadi babak baru sejarah Nusantara.
Tanah yang dahulu membuat bangsa lain kaya, perlahan bangkit untuk memuliakan rakyatnya sendiri.
Sumber: Tribunnews.com
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Prabowo-Hadiri-Rapat-Paripurna-DPR_20260520_133918.jpg)