Tribunners / Citizen Journalism
Konsistensi Jadi Kunci Mewujudkan Visi dan Misi Asta Cita Prabowo
Prabowo tegaskan komitmen Asta Cita, konsistensi kebijakan APBN krusial wujudkan pemerataan ekonomi berkeadilan.

KOMITMEN Presiden RI Prabowo Subianto menegakkan Sistem Ekonomi Konstitusi melalui Visi-Misi Asta Cita dinilai membutuhkan konsistensi kebijakan agar program pemerintah berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi sekaligus pemerataan berkeadilan.
Tanpa konsistensi, restrukturisasi perekonomian nasional melalui transformasi kebijakan dan kelembagaan tidak akan berhasil di masa depan.
5 Isu Kunci APBN dan Asta Cita
Setidaknya lima permasalahan kunci yang berkaitan dengan keterbatasan anggaran negara:
Alokasi MBG Terlalu Dominan
Proporsi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai terlalu besar jika dibandingkan dengan sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial, khususnya bagi kelompok masyarakat miskin.
Swasembada Pangan Butuh Koperasi & BUMN
Prioritas pembangunan sektor agro industry complex harus diperkuat lewat sinergitas koperasi dan BUMN.
Fokusnya pada pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, perikanan, dan kelautan demi sasaran swasembada pangan.
Energi: Perkuat BUMN Strategis
Isu transisi energi serta ketahanan dan kedaulatan energi harus dijawab dengan kemandirian sektor energi dan sumber daya mineral.
Caranya, perkuat posisi BUMN strategis yang menguasai hajat hidup orang banyak.
Tata kelola laba BUMN oleh Danantara juga diarahkan untuk mendukung swasembada energi.
Kredit Rakyat Terganjal BI Checking
Pembangunan sektor perumahan rakyat masih terkendala aturan SLIK atau BI Checking oleh OJK.
Mendorong reformasi BI dan perbankan umum agar akses kredit bagi masyarakat kecil dan sektor UKM lebih terbuka.
Perkuat Bappenas untuk Indonesia Emas 2045
Lembaga perencanaan pembangunan nasional, Bappenas, perlu diperkuat untuk menjaga konsistensi visi-misi Asta Cita selama 10 tahun ke depan. Ini krusial demi mencapai target Indonesia Emas 2045.
Kabinet Gemuk dan Moral Hazard
Visi-misi yang sudah konstitusional tidak akan berarti jika tidak dijalankan lewat kebijakan dan program yang konsisten.
Jika tidak didukung postur dan struktur APBN yang alokasinya tepat, akan memunculkan moral hazard.
APBN harus mencerminkan kemampuan program sektoral pemerintah dalam mendukung pencapaian Visi-Misi secara proporsional, efektif, dan efisien.
Jumlah anggota kabinet yang gemuk, menjadi salah satu kendala terbesar dalam membangun organisasi pemerintahan yang hemat dan berdaya guna bagi APBN.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/defiyan-cori-1780561505257.jpg)