Jumat, 17 April 2026

Listrik Padam, Dua Anak Tewas saat Kebakaran, Ecan Ditemukan di Bak Mandi

Dersean Monengkey alias Ecan (10) dan Conet (4), Selasa (9/2/2016), dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan dalam kondisi tewas.

Editor: Mohamad Yoenus

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN -- Dersean Monengkey alias Ecan (10) dan Conet (4), Selasa (9/2/2016) dinihari, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Keduanya ditemukan petugas telah tewas, usai petugas Pemadam Kebakaran memadamkan api di dua rumah nomor 44 dan 45 di Jalan PLN Lama, Gang Pak Jana RT 17, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan.

Dari rumah sakit, kedua jenazah anak pasangan Meldelin (25) dan Andri itu disemayamkan di Jalan Pattimura, Kandang Babi, Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan, di rumah kerabatnya, yang masih bersaudara dengan Mariah ibu Meldelin.

Satu jam sebelum peristiwa itu, hampir seisi rumah masih duduk di teras.

Pemadaman listrik yang terjadi sejak pukul 06.00 pagi, membuat mereka merasa kepanasan di dalam kamar.

Setelah ngantuk, semua beranjak ke kamar masing-masing.

Selain William Monengkey (60) sang kakek, Meldelin, dan ketiga anaknya juga ditemani seorang ponakan dan seorang lagi kerabatnya.

Maria, ibu Meldelin sedang berada di luar kota. Sedangkan Meldelin diketahui sudah bercerai dengan Andri suaminya, yang kini berada di Balikpapan.

Malam itu, Meldelin tidur di kamar paling depan di lantai satu rumah itu. Sedangkan Conet di kamar tengah yang letaknya kedua dari depan.

Ecan tidur di kamar ketiga dari depan. Kamar yang ditiduri Ecan dilengkapi dengan kamar mandi.

Tak ingin tidur dalam kondisi gelap, sebuah lilin dinyalakan di kamar tidur Conet. Tak jauh dari lilin itu, terdapat lemari kayu.

“Pas depan lemari lilinnya. Baju-baju juga di situ,” cerita Meldelin.

Baru akan beranjak tidur, staf Bidang Pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nunukan itu melihat api dari kamar Conet.

Ia pun bergegas memadamkannya dengan mencari air seadanya.

“Anak saya ini teriak mami mami. Aku teriak Ecan Econ. Tapi sudah penuh asap, jadi aku tidak melihat mereka sudah. Sambil teriak Ecan Econ, saya mau padamkan api tetapi sudah semakin besar,” katanya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved