Pameran Lukisan 1+10 oleh Komperta
Acara pameran lukisan oleh Komperta ini berlangsung selama dua pekan, Minggu (15/5/2016) sampai Sabtu (28/5/2016) dengan 28 karya dari 15 pelukis.
Laporan Wartawan Surya, Pipit Maulidiya
TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO -- Belasan orang terlihat berkumpul di halaman Gedung Juang 45 Jalan A Yani Sidoarjo, Sabtu (21/5/2016) sore.
Tampak belasan laki-laki itu tengah membawa puluhan kanvas dan peralatan melukis lengkap.
Amdo Brada, Seniman kawakan Sidoarjo juga terlihat ikut berkumpul dan sibuk menyiapan cat miliknya.
Ia adalah salah satu seniman senior yang hadir dalam rangkaian acara Pameran Lukisan 1+10 oleh Komperta itu.
Rambutnya yang memutih tak mengahalanginya bergerak cepat, menorehkan ide pada kanvas sebesar 140×1 meter, bersama dengan anggota komunitas lain pada acara melukis on the spot sore itu.
Pria berusia 60 tahun ini berharap lewat kehadirannya, para perupa muda seperti Komperta, semakin semangat menyuarakan seni rupa di sidoarjo.
"Seneng lihat anak-anak membuat acara seperti ini. Mereka terlihat begitu semangat. Saat seperti ini perlu didukung, jangan sampai mandek ditengah jalan. Ibaratnya api sudah menyala, mereka hanya perlu sekam agar tetap hidup. Nah kami yang sudah tua ini adalah sekamnya," ujarnya lalu tertawa.
Amdo menuturkan, mengadakan acara melukis bersama on the spot adalah salah satu upaya menghidupkan seni rupa.
Terlebih Sidoarjo kini tak banyak memiliki anak-anak muda yang mau berkesenian.
Senada dengan Amdo, Setyoko (60), juga ikut senang dengan pameran lukisan oleh Komperta.
Seniman yang betempat tinggal di Sidoarjo ini juga ikut serta melukis on the spot bersama para anggota Komperta lainnya.
Ia menuturkan kehadirannya juga tak lain untuk menyemangati golongan perupa muda.
"Kita sudah nggak perlu lagi, tapi anak-anak muda perlu. Ini adalah era berkesenian untuk mereka. Kami sebagai yang sudah tua ikut mendukung. Salah satunya dengan kehadiran kami seperti sekarang," tambahnya.
Selain seniman senior, Komperta juga mengajak Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur, Taufik Monyong untuk melukis on the spot bersama.